Diduga Oknum Kasat Polres Sidrap Terima ‘Suap’ Ratusan Juta?

  • Whatsapp

SIDRAP – pantau24jam.com. Satnarkoba Polres Sidrap mengamankan tiga pelaku tindak pidana kasus penyalagunaan narkoba jenis sabu-sabu di Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap.

Hal itu disampaikan Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Andi Sofyan, Kamis (1/10/2020) yang dirilis di sejumlah media online.

“Benar, tadi malam kita amankan tiga pelaku narkoba jenis sabu-sabu dengan barang bukti dua sachet sedang berat 96,64 gram,” ujarnya.

Pelaku yang ditangkap itu yaitu Ilham (28), Nurfadillah (19), dan Firmansyah (30). Dua pelaku lainnya berasal dari Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang.

BB yang diamankan tersebut, diduga milik Tahi yang dikembangkan oleh Tahang. Pemilik barang haram (sabu) itu bersumber dari Tahi yang sudah berada di hotel prodeo (sel) sebagai bos besar.

Tahi disebut menjalankan bisnis haramnya itu melalui tangan adiknya bernama Tahang di Kabupaten Sidrap, barang yang diambil dari wilayah Kota Makassar kemudian di bawah ke Kabupaten Sidrap.

Melalui tangan Tahang, para kurir tersebut berhasil diamankan Satres Narkoba Polres Sidrap.

Saat dilakukan penangkapan terhadap tiga (3) orang terduga pelaku, Tahang disebut sebagai pengembang bisnis haram tersebut tidak tersentuh oleh aparat dan masih berkeliaran di luar, dan celakanya lagi Tahang diduga tidak ditahan dan masih berkeliaran.

Padahal ketiga tersangka lainnya disebut sudah mengakui dan menunjuk Tahang sebagai pengembang bisnis haram itu.

Dari hasil interogasi terhadap Tahi sudah mengakui dirinya sebagai pemilik barang haram tersebut, lanjut diceritakan pengadu inisial Aco (sumber dirahasiakan).

Kenapa Tahang Tidak Ditahan?

“Kini Tahang bebas berkeliaran karena ‘ada uang tebusan’ (diduga) sebesar ‘Rp230 juta rupiah’ dari hasil negosiasi agar bebas dan tidak dilakukan pengembangan lagi. Uang tersebut ditransfer secara bertahap awalnya sebesar Rp100 juta dari rekening BRI inisial HSR ke WLN dan Rp100 juta lagi dikirim melalui rekening BCA inisial ARD ke WLN, kemudian Rp30 juta dari bantuan salah satu keluarga Tahi, barulah dana dari inisial WLN (pengurus) diberikan kepada salah satu oknum kasat berpangkat tiga balok (AKP) inisial AS,” ungkapnya (10/12/20).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Pencari Fakta berkali-kali menghubungi Kasat Res Narkoba Polres Sidrap, Akp Andi Sofyan namun tidak merespon dan kadang di luar sambungan, sehingga Redaksi menunggu klarifikasi balik dari pihak terkait, (12/12/20).

Meski demikian, tim media terus melakukan konfirmasi ke Polres Sidrap terkait kebenaran aduan tersebut untuk menjaga kode etik kewartawanan sesuai UU Pers nomor 40 tahun 1999.

Mendengar hal itu, Kapolres Sidrap AKBP Leornardo Panji Wahyudi saat dikonfirmasi di WA, Senin (14/12/20) siang, dengan tegas akan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Terimakasih infonya. Penanganan kasus narkoba sudah disesuaikan dengan SOP yang ada, dan untuk kasus tersebut seluruh TSK (tersangka) lanjut dalam proses penyidikan, info WA ini akan di tindak lanjuti oleh Propam Polres sidrap apakah sudah sesuai SOP atau tidak,” tegas Kapolres Sidrap.

Hingga naskah ini terbit Kapolres Sidrap mengizinkan mengutip pesan WA-nya sebagai bahan klarifikasi dari pihak Polres Sidrap atas stetmen-nya.

Kemudian kabar dari sumber bahwa dana diduga ‘suap’ di salah satu oknum kasat di Polres Sidrap sudah mengembalikan sebanyak Rp200 juta kepada pengurus dari inisial Tahi, hal ini diduga setelah terkonfirmasi Kapolres Sidrap.

“Dikembalikan (dana-nya). Sekarang (dana) ada di pengurus,” ungkap Tahi yang berhasil ditemui di hotel prodeo.

Ia mengakui bahwa dirinya pemilik barang, yang mengarahkan Tahang untuk mengambil barang tersebut di salah satu hotel di Kota Makassar.

“Ia saya akui itu saya punya barang (sabu/BB) pak. Saya arahkan adik saya (Tahang) untuk ambil itu barang di hotel, karena ada yang pesan,” terang Tahi.

Tahi bos besar barang haram itu juga mengakui dirinya ‘suap’ petugas agar Tahang (adiknya) tidak masuk dalam daftar DPO dan ditahan, “takutka pak kalau adikku DPO atau ditahan, tidak ada mi keluargaku pak, waktu digerebeki rumahku meninggal nenekku pak, baru istriku selingkuh dan menikah lagi jadi tidak adami keluargaku pak, jadi saya pinjam ke teman untuk bantu bayarkan karna saya cuman punya uang Rp100 juta terus ada teman juga bantu Rp100 juta dan ada juga bantuan dari keluarga Rp30 juta. Saya didatangi pak awalnya dimintakanka Rp400 juta tapi tidak sanggup, dan terakhir Rp200 juta, yang Rp30 juta-nya sebagai uang jalan pengurus,” terangnya.

Kasat Res Narkoba Polres Sidrap, Akp Andi Sofyan, menyarankan agar mengkonfirmasi Kapolres terkait hal tersebut.

“Kepolres saja mas konfirmasi,” kutip pesan singkat Kasat Res Narkoba Polres Sidrap. Selasa, 15/12/2020 malam.

Hingga berita ini terbit, Redaksi menunggu klarifikasi dari pihak terkait.

Red

Related posts