Penegakan Hukum Ditubuh Polda Sulsel Dalam Penanganan Kasus Mafia Tanah Barombong, Korban Nilai Lambat

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Perbuatan para mafia tanah sangat meresahkan masyarakat khususnya masyarakat wilayah kota Makassar.yang

Kejadian perampasan hak yang dilakukan oleh terlapor H.Beddu Rahmat dan kawan-kawannya, sampai saat ini Polisi penyidik Polrestabes kota Makassar belum berani mengungkap pelaku atau menahan pelaku dari perbuatan kriminal yang dilakukan oleh terlapor.

Hal ini tentunya sangat mencoreng institusi penegakan hukum Polda Sulsel, pasalnya sudah sekian tahun masalah ini sepertinya sengaja di petih emaskan oleh pihak oknum-oknum penyidik yang telah menangani kasus pelaporan Ishak Hamsah selaku korban dari perbuatan para mafiah tanah yang selalu menggunakan gaya kekuatan uang sebagai alat untuk melancarkan perbuatan bejatnya untuk merampas hak masyarakat yang lemah.

“Masyarakat yang tertindas dari perlakuan para mafiah tanah seolah-olah mendapatkan perlindungan khusus oleh jajaran penegak hukum yang pada akhirnya sangat menyengsarakan rakyat khusunya masyarakat pemilik tanah yg tidak berdaya”, ujar Ishak Hamzah. Sabtu, 13/12/2020.

“Masyarakat yang selalu menjadi korban perampasan hak tanah, seolah mempasrahkan dirinya dalam ketidak berdayanya yang mengharapkan Kedudukan Hukum betul betul adil dalam melakukan proses tindakan hukum”, terangnya.

Masyarakat korban perampasan hak seperti Ishak Hamsah sampai saat ini lokasi yang sudah nyata kepemilikannya dimana hak itu sudah mendapatkan resmi pengakuan pemerintah dan pembuktian warkah riwayat tanah yang kuat. Akan tetapi sayang seribu kali sayang. Kekuatan para mafiah tanah seolah sudah mengakar dan menjamur untuk mendapatkan perlindungan hukum yang sistimatik dan terstruktur masif.

Kejadian ini Ishak Hamsah sudah sekian tahun mondar mandir mengharapkan keadilan penegakan hukum Polrestabes kota Makassar, akan tetapi juga sampai saat ini masih tidak memiliki nasip yang mujur, hal tersebut Ishak Hamsah juga melaporkan tentang dirinya di propam Polda Sulsel kalau hak hukum dia sebagai warga negara dipermainkan oleh oknum penyidik yang telah menangani kasusnya.

“Akan tetapi hasil daripada laporan tersebut juga sampai hari ini kesungguhan institusi Polda Sulsel masih juga belum memiliki keseriusan yang mendalam. Justru hal tersebut menciptakan opini kemasyarakat luas khususnya masyarakat para korban pergerakan mafiah tanah Kota Makassar”, ungkapnya.

“Bahwa kedudukan hukum itu sendiri sudah dikuasai para pengusaha mafiah tanah dan penguasa sehingga keadilan hukum dinegara kita ini masyarakat yang memiliki kesusahan hidup dalam berperkara tanah sudah menjadi khayalan untuk mendapatkan keadilan hukum”, pungkas Ishak Hamsah.

Krg Pasang / Andiz

Pos terkait