Pusat Advokasi Hukum dan HAM ‘PAHAM’ : Pembunuhan 6 Laskar FPI Extra Judicial Killing

  • Whatsapp
Illustrasi penembakan di jalan

JAKARTA – pantau24jam.com. Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia menyesalkan pembunuhan terhadap 6 laskar Front Pembela Islam (FPI).

Direktur Eksekutif PAHAM, Ruli Margianto dan Sekjen Rozaq Asyhari menyampaikan itu dalam pernyataan sikapnya di Jakarta. Selasa,8/12/2020

“PAHAM Indonesia menyesalkan tewasnya enam orang aggota FPI seharusnya tidak perlu terjadi, karena sebenarnya mereka adalah warga Indonesia”, ujar Direktur Eksekutif PAHAM, Ruli Margianto.

Bukankah selama Kapolri selalu menyampaikan bahwa Polri menganut asas ‘Salus Populi Suprema Lex Esto’ atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” demikian PAHAM Indonesia dalam rilisnya.

Menurut PAHAM Indonesia, tindakan terhadap enam orang anggota FPI dapat dikategorikan sebagai tindakan extra-judicial killing atau pembunuhan di luar putusan pengadilan.

“Tindakan seperti ini dilarang keras oleh ketentuan dalam hukum HAM internasional maupun peraturan perundang undangan nasional,” katanya.

Larangan tersebut dimuat di dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, serta International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR (Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik) yang diratifikasi melalui UU Nomor 12 Tahun 2005.

“Extra-judicial killing merupakan suatu pelanggaran hak hidup seseorang,” tegasnya.

Hak hidup setiap orang dijamin oleh UUD 1945 dan merupakan hak asasi yang tidak dapat dikurangi apapun keadaannya (non-derogable rights).

“Oleh karenanya, tindakan demikian tidak dapat dibenarkan oleh negara hukum seperti Indonesia,” pungkasnya.

Sumber : Gatra

Related posts