Juru Bicara EWAKO DR Abdul Nashar, Tuding Lembaga Survey PPI Berhalusinasi dan Perlu Belajar Lagi Jadi Pollster

  • Whatsapp

KONAWE SELATAN – pantau24jam.com. Direktur Eksekutif Paramater Publik Indonesia (PPI) di beberapa media dituding hasil surveynya keliru.

“Menurut kami offside atau lompat pagar, dan perlu belajar sebagai konsultan politik kredibel”, ujar Jubir pasangan Endang – Wahyu (EWAKO) DR Abdul Nashar M.Si. Selasa, 1/12/2020.

DR Abdul Nashar M.Si Juru Bicara Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 3 Muh Endang SA S.Sos SH M.Ap – H Wahyu Ade Pratama Imran SH dengan tagline EWAKO pada Pilbup Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 9/12/2020.

Nashar mengatakan seharusnya PPI fokus mencermati pergerakan calonnya yang bayar, dan tidak menyerang calon lain. Misalnya mengatakan perkembangan pasangan Rag-SS unggul 4 persen dan Ewako hanya 2 persen. Selanjutnya pasangan suara unggul 40 % persen.

Jubir pasangan Endang – Wahyu (EWAKO) DR Abdul Nashar M.Si.

Ini fatal dan tendensius, tidak didukung dengan fakta akademik. Yang bersangkutan tidak menjelaskan metodologi, populasi, frekuensi dukungan warga kepada masing-masing Paslon.

“Jangan-jangan ini lembaga survey odong-odong, di atas meja, tidak turun ke lapangan. Kami menengarai pernyataan dimaksud merupakan pesanan calon tertentu, bombastis, kosong tidak berisi,” terang Nashar heran.

Sepanjang sejarah Pilkada di Indonesia, lanjutnya, petahana unggul di atas 40 persen baru terjadi di Kota Solo, saat itu masih Pak Jokowi Walikota Solo. Tingkat kepuasan warga Solo hampir 100 persen terhadap kepemimpinan Jokowi sebagai Walikota. Jadi kesimpulan Lembaga Survey Parameter Publik Indonesia jangan dipercaya, itu angka halusinasi.

Idealnya kesimpulan atau opini lembaga survey mencerminkan persentase dukungan rakyat ke paslon berdasarkan preferensi ilmiah. Tidak mengabaikan dimensi yang lain (sekunder opinion).

Misalnya, pemetaan berdasarkan wilayah/dapil, sosio-antro dan jejak karier politik calon dalam etalase politik Konsel.

“Misalnya soal petahana unggul 40 persen, anak kecil bisa ketawa, parameternya apa? Ini angka siluman, publik Konsel sudah cerdas tidak bisa ditipu dengan angka-angka hantu,” ungkapnya.

Diketahui, selama 5 tahun terakhir ini tingkat kepuasan rakyat terhadap Bupati Konsel bergerak turun terjun bebas, bukan naik. Masalah ada dimana-mana, telat membayar gaji pegawai, wajah Konsel tidak berubah, lapangan kerja terbatas. Warga Konsel harus ke Kendari atau ke daerah lain untuk mencari pekerjaan karena lapangan kerja tidak tersedia di Konsel.

Di sektor agraria konflik dimana-mana, warga berhadapan dengan pemilik HGU, berlarut tidak diselesaikan, dan masalah masih banyak lagi, rakyat Konsel sudah tahu semua. Fakta-fakta seperti ini tidak bisa diabaikan dalam menarik kesimpulan sebuah survey.

“Soal dukungan, Saya kira publik Konsel tahu pasangan EWAKO memiliki dukungan original dari rakyat Konsel, tidak ada sejengkalpun tanah di Konsel yang belum di kunjungi pasangan EWAKO membaur bersama rakyat, mendengar keluh-kesah mereka. Sekali lagi Konsel ini untuk semua, untuk putra-putri Konsel, bukan untuk kelompok tertentu saja yang hanya datang mencari makan di Konsel,” pungkasnya.

Red

Pos terkait