Penanganan Kasus Pembunuhan Sugianto Mandek di Meja Polisi Dan Berproses Sejak 2019, Ada Apa Ya?

  • Whatsapp

BANTAENG – pantau24jam.com. Satu tahun berlalu proses hukum kasus pembunuhan Sugianto (32) di Kabupaten Bantaeng mandek. Peristiwa ini terjadi pada 8 November 2019 lalu, penganiayaan yang berujung kematian.

GAM Minta Penyidik Segera Limpahkan Berkas Perkara Kasus Pembunuhan SugiantoBanjir Kepung Jeneponto dan Bantaeng, IRT Ungsikan Anak di Atas SengAktivis Bantaeng Tantang Kajari Baru Tuntaskan Kasus Korupsi Kambing.

Kasus ini kemudian ditangani Dirkrimum Polda Sulsel dan menjadi tanda tanya publik, diketahui kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian ini melibatkan empat orang oknum polisi aktif dari Polres Bantaeng

Mereka adalah HA (39), KH (24), TR (35), NY (33) dan satu orang warga sipil yakni AD alias CA (31)

Dalam kasus ini pihak penyidik Dirkrimum Polda Sulsel telah menetapkan kelima tersangka tersebut pada tanggal 16 Juli 2020.

Dengan nomor: B/574/VII/RES.1.6/2020 KRIMUM, namun para tersangka masih nampak bebas berkeliaran di Bantaeng alias belum ditahan.

Muh. Ilyas (Pengbes) Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) mengatakan bahwa mestinya pihak penyidik Polda Sulsel sudah melimpahkan berkas perkara tersebut ke Kejati Sulsel sebagai Jaksa Penuntut Umum untuk segera disidangkan secara Peradilan Umum.

“Tapi kenyataanya sampai sekarang berkas tersebut masih dipetikemaskan di Polda Sulsel”, ujar Ilyas dalam keterangan rilisnya yang diterima media ini. Ahad, 29/11/2020.

Ilyas menyebutkan, beberapa saksi dan alat bukti lainnya sudah terpenuhi dalam proses penyidikannya karena sudah ada surat penetapan tersangka yang ditanda tangani oleh Dirkrimum Polda Sulsel.

“Kami menduga ada upaya melindungi oknum-oknum tersebut dari jeratan hukum, seandainya pelakunya adalah masyarakat sipil pasti mereka sudah lama mendekam dalam penjara tapi untuk kasus ini lain ceritanya”, jelasnya.

Kasus ini sudah seringkali dikawal oleh Gerakan aktivis Mahasiswa (GAM) sejak tahun 2019 lalu dan sudah sering menyampaikan aspirasi di depan Mapolda Sulsel namun sampai penghujung tahun 2020 ini masih mandek.

Dg Tompo / Andiz

Pos terkait