LSM Sorot Indonesia, Laporkan Pekerjaan Dana Desa Tunikamaseang Di Kejari Maros

  • Whatsapp

MAROS – pantau24jam.com. LSM sorot Indonesia melaporkan pekerjaan anggaran Dana Desa Tunikamaseang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros kepada Kejaksaan Negeri Maros. Kamis, 26/11/2020.

Sorot Indonesia membenarkan bahwa Desa Tunikamaseang telah ia laporkan berdasarkan bukti-bukti yang ia lampirkan di Kejari Maros dan berharap agar pelaporanya tersebut ditindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku karena diduga adanya indikasi korupsi.

LSM sorot Indonesia Ismar SH mengatakan bahwa, “diduga pekerjaan didesa tunikamaseang bermasalah dan harus ditindak lanjuti ini selaku kontrol sosial agar kepala desa yang lain dapat bekerja dengan baik sehingga tidak ada lagi oknum kepala desa yang mempermainkan anggaran dana desa”

“Kami berharap kepada bapak Kepala Kejaksaan Negeri Maros agar mencermati dan menindak lanjuti pelaporan kami”, ujar Ismar

Adapun pekerjaan yang ia laporkan yaitu tujuh bagian diantaranya Bahwa Pekerjaan Rabat Beton di Dusun Kassi Jala, RT. 6, Desa Tunikamaseang tidak mempunyai Prasasti Anggaran dan pekerjaan Rabat Beton tersebut Retak-retak serta Badan Kerikil Badan Jalan Terkelupas dan berhamburan.

Saat kami investigasi langsung dilapangan tersebut disinyalir ketebalan pada Rabat Beton tidak sesuai dan mengikuti Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Bahwa Pekerjaan Pembuatan Jalan di Dusun Pattallassang RT 03 Desa Tunikamaseang dengan Volume 274 M yang menggunakan Anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp. 109.500.000- sebagian jalan tidak diberi Timbunan Tanah dan Kualitas Pekerjaan tersebut hanya terkesan Asal-Asalan saja (Tidak Sesuai Bestek).

Bahwa Pekerjaan Anggaran tahun 2019 yakni Pembangunan Posyandu di Dusun Kassi Jala dengan Anggaran Rp. 55.000.000-, Dengan volume 4M x 6M berdasarkan bukti foto yang kami lampirkan bahwa di duga Mark up tidak sesuai dengan anggaran (RAB) dan volume bangunan Posyandu tersebut.

Bahwa Pekerjaan Anggaran tahun 2019 yakni Pembangunan Posyandu di dusun Bonto-Bonto dengan Anggaran Rp. 55.000.000-, Dengan volume 4M x 6M berdasarkan bukti foto yang kami lampirkan bahwa di duga Mark up tidak sesuai dengan anggaran (RAB) dan volume bangunan Posyandu tersebut.

Bahwa Pekerjaan Pembangunan Jembatan Beton yang berlokasi di Dusun Jangka – Jangkayya dengan total Anggaran Rp. 40.000.000,- yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2019, Pilar Penyangga Besi Kalpanis seharusnya memakai besi slop dan plesteran pada jembatan tersebut tetapi kenyaataanya tidak memakai besi slop, dan diplester, serta tidak memakai 4 Batang Besi Pembesian Pilar, namun pada kenyataannya hanya memakai 2 Batang Besi saja dan pekerjaan tersebut terkesan asal asalan.

“Untuk itu LSM SOROT INDONESIA melaporkan kepada kepala Kejaksaan Negeri Maros agar memanggil dan memeriksa Kepala Desa Tunikamaseang beserta instansi yang terkait” tegasnya.

Terpisah dengan keterangan petugas pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Maros terkait surat pelaporan LSM sorot Melati Ulafa Utami SH mengungkapkan bahwa.

“Suratnya akan diserahkan dulu ke kepala Kejari Maros” ungkapnya.

Fajrin / Andiz

Pos terkait