Diduga, Oknum TNI Tembak 5 Warga Sipil Papua di Ladang, LP3BH Manokwari: Ini Pelanggaran HAM

  • Whatsapp

MANOKWARI – pantau24jam.com. Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy menduga personil TNI menembaki 5 orang Papua di kawasan pegunungan tengah Distrik Ilaga Kabupaten Puncak Provinsi Papua yang disebutnya sebagai “Ladang Pelanggaran HAM”.

Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari meminta Presiden untuk segera mengungkap dugaan pelanggaran HAM Berat ini.

Kelima warga sipil tersebut adalah 4 orang pelajar dan 1 orang pegawai ASN. Ia menyebut, 4 orang dikabarkan meninggal dunia dan seorang lagi sedang dirawat di rumah sakit Timika.

“Kelima warga sipil tersebut diduga keras tewas akibat ditembak secara brutal oleh aparat keamanan TNI di wilayah Kabupaten Puncak Provinsi Papua,” ujar Warinussy. Rabu, 25/11/2020.

Lanjutnya, kelima warga sipil Papua tersebut adalah:

Akis Alom (34) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Puncak korban (meninggal).

Atanius Murib (18) siswa kelas III SMK I Ilaga Kabupaten Puncak (meninggal).

Gopenus Tabuni (19) siswa kelas III SMA Negeri I Ilaga Kabupaten Puncak (dikabarkan meninggal).

Wenus Wenda (13) murid kelas VI SD YPPK Katolik Mundirok kampung Yaiki Distrik Gome Utara Kabupaten Puncak (dikabarkan meninggal).

Manus Murib (18), Siswa kelas III SMA I Ilaga Kabupaten Puncak dirawat di Rumah Sakit Timika.

“Hingga saat ini belum diperoleh penjelasan dari pihak terkait dan apa penyebabnya. Sehingga warga sipil tidak berdosa tersebut dibunuh secara sadis,” ungkap Warinussy.

Keluarga korban menduga pelakunya adalah anggota TNI. Oleh sebab itu ia mendesak Komnas HAM untuk segera melakukan langkah penyelidikan atas peristiwa penembakan di Ladang Pelanggaran HAM.

“Meminta Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri guna memberi akses bagi Komnas HAM RI. Agar dapat melakukan penyelidikan kasus dugaan pelanggaran HAM Berat di Distrik Ilaga Provinsi Papua,” tegas Warinussy.

Channel OSB

Pos terkait