GMPK Unjuk Rasa Menduga Ada Pungli Di Pelayanan SIM Keliling Polantas Polrestabes Makassar

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Gerakan Mahasiswa Pejuang Kerakyatan (GMPK) Sulsel berunjukrasa di depan kantor Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani No.9 Pattunuang, Kecamatan wajo, Kota Makassar. Senin, 16/11/2020 siang.

Unjuk rass GMPK dipimpin jenderal lapangan Mardi dan Koordinator Mimbar Ridwan menyampaikan bahwa ada dugaan pungutan liar ( Pungli, red) pada pelayanan di bagian Lantas Polrestabes Makassar.

“Dugaan pungutan liar atau biasa dikenal dengan uang pelicin memang tidak menyebabkan kerugian negara secara langsung, namun praktek tersebut dalam jangka panjang akan merusak integritas dan mentalitas para pegawai instansi pemerintah pemberi pelayanan, padahal yang seharusnya merupakan kewajiban mereka dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat”, orasi Koordinator Mimbar Ridwan.

“Berimbas pada buruknya pelayanan dan dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh satuan lalu lintas (SATLANTAS ) Polrestabes Makassar terkait pembuatan surat izin mengemudi (SIM) keliling yang kami anggap banyak yang tidak memenuhi persyaratan sehingga tidak tepat sasaran dan berpotensi untuk dikomersialisasikan dalam bentuk jasa pembuatan SIM yang dilakukan oleh oknum tertentu”, tersng Ridwan.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP H.Fatur saat dikonfirmasi mengatakan apa yang disampaikan mahasiswa mengatas namakan (GMPK) Sulsel itu adalah mereka tidak mempunyai dasar atau data serta tidak mempunyai bukti.

“Mereka itu GMPK cuma sekedar dugaan saja dan tidak ada korbannya, hanya menduga-duga yang tidak ada dasarnya”, tandas Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP H.Fatur.

“Hal itu telah kami sampaikan ke hadapan Kapolrestabes Makassar tentang isu miring yang tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh oknum mahasiswa itu”, ungkap H.Fatur

Jika hal itu benar terjadi, korban bisa datang langsung laporkan ke provos atau propam, kan seperti itu, dan kami telah pantau anggota dengan ketat dan menyampaikan dengan tegas kepada anggota untuk tidak mencederai instansi kita, dengan semua hal yang dapat mencederai dan jangan berani bermain-main atau melakukan (PUNGLI) karena sanksi berat menanti dan akan kami diproses bila ada oknum anggota yang melakukan hal ini.” tegas AKBP H.Fatur

“Kami telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan sangat ketat dan kencang kepada anggota, dan teman media bisa pantau besok ke satuan penyelenggara administrasi SIM (satpas), ke pelayanan SIM keliling (simling) kita lihat bagaimana disana situasinya, sangat ketat karena aplikasi sudah masuk langsung ke Dirkorlantas”, urainya.

Terkadang juga pemohon yang mempengaruhi petugas untuk mendapatkan SIM, dengan cara tidak sesuai (SOP) akan tetapi anggota tetap pada proses hukum yang berlaku.

“Catatan bagi pemohon SIM harus jalani proses penerbitan SIM dengan sesuai standar operasional prosedur yang ada, kiranya hubungi petugas SIM jangan melalui orang lain atau calo, selain petugas”, pungkas Kasat Lantas Polrestabes Makassar.

Daeng Tompo / Andiz

Related posts