Kejar Seseorang Dengan Pisau, Pria Ini Justeru Kehilangan Tangannya, Berikut Penjelasan Kapolsek Pallangga

  • Whatsapp

GOWA – pantau24jam.com. Seorang penggali sumur ditebas parang pada bagian pergelangan tangan kanan pasca terjadi keributan dengan warga yang berada di Dusun Bontobila Desa Julubori kec. Pallangga kab Gowa. Ahad, 8/11/ 2020 pukul 21.00 WITA.

Berdasarkan keterangan kepolisian, awal kejadian ketika saksi Arifin sementara membuat pagar rumahnya, kemudian korban DN (45) yang datang menemui saksi menegur saksi sambil berteriak-teriak lalu melempari rumah saksi selanjutnya terjadi adu mulut.

Karena emosi kemudian korban mencabut pisau dapur yang dibawanya lalu mengejar saksi.

Saat pelaku AN, (35) yang merupakan saudara kandung saksi mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi korban dari arah samping dengan membawa parang dari rumahnya kemudian mengayunkan parang kearah pergelangan tangan kanan yang saat itu memegang pisau.

Akibat ayunan parang, pergelangan tangan kanan korban putus dan terjatuh ke tanah bersama pisau yang dikuasainya.

Pasca kejadian selanjutnya pihak keluarga korban melarikan korban ke RS Syech Yusuf Kab Gowa.

Kapolsek Pallangga IPTU Nasruddin, SH, MH
bersama personil bergegas menuju TKP sekira pukul 22.30 WITA dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian serta mengamankan terduga pelaku dan barang bukti berupa 1 bilah parang yang digunakan menebas pergelangan tangan kanan korban.

“Pelaku AN, (35), berhasil diamankan oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Subair di Desa Julubori Kec Pallangga Kab Gowa bersama pemerintah setempat”, jelas IPTU Nasruddin, SH, MH

“Selain parang, personil juga mengamankan sebilah pisau yang diduga milik korban yang ditemukan di TKP. Kini terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Pallangga Polres Gowa, ungkap IPTU Nasruddin,SH, MH

Pasca diamankannya pelaku, penyidik Reskrim Polsek Pallangga melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi kemudian menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka pada Senin, 9/11/2020.

“Adapun latar belakang penyebab terjadinya penganiayaan di duga pelaku emosi dan tidak terima saat saksi (sudarara pelaku) dikejar oleh korban menggunakan pisau”, terang Nasruddin saat menjelaskan motif kejadian di hadapan awak media.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya penyidik Polsek Palangga mempersangkakan dengan pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, ungkap IPTU Nasruddin, SH, MH saat mengakhiri konferensi Pers di halaman kantor Polsek Palangga.

Naswari / Andiz

Pos terkait