Diduga Arogan Dan Melanggar Pelayanan Publik, Lurah Sudiang Dituntut Mundur, DPW BAIN HAM RI Angkat Bicara

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Penertiban trotoar Pasar Mandai menuai sorotan dari Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM-RI), pasalnya penertiban tersebut tidak merata dan terkesan pilih kasih.

Salah satu warga Nofed yang juga anggota TNI AU mengatakan keberatannya karena dibentak oleh Lurah Sudiang di depan Toko.

“Saya dibentak didepan toko saya dan pak lurah ini marah-marah dan saya menghadap kekantor untuk membicarakan baik-baik dan meminta keadilan tapi ia (oknum lurah) mengatakan bahwa ini tentara satu meminta keadilan dan saya merasa tersinggung karena menyangkut pautkan institusi saya”, ungkapnya.

Dilain tempat, Dewan Pimpinan Wilayah Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM-RI) Sahabuddin SH, MH mengatakan bila hal ini melanggar pelayanan publik yang seharusnya setiap lurah harus menerima semua warga dengan ramah.

“Ini sudah jelas melanggar pelayanan publik, yang seharusnya setiap Lurah harus menerima semua warga dengan ramah tidak dengan nada tinggi dan aparatur negara berkewajiban untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”, jelas Sahabuddin SH, MH.

Sekretaris tiga DPW BAIN HAM RI Ismar SH, ia mengatakan bahwa pelayanan publik Kelurahan Sudiang sangat menunjukkan citra buruk dan jika terus-terusan seperti ini lebih baik mundur saja menjadi lurah.

“Jika ini terus dipertahankan dan oknum Lurah Sudiang selalu menunjukkan arogansinya sebagai pemimpin dan tidak menunjukkan keramah tamahannya sebagai pelayan publik, maka kami menuntut untuk mundur saja dari jabatannya,” pungkas ismar SH.

Fajrin / Andiz

Pos terkait