Seorang Pemuda Kampung Sukses Di Kota Menggala, Bung Ferry Warta

  • Whatsapp

TULANG BAWANG – pantau24jam.com. Disela waktu masa libur panjang, ku sempatkan waktu ingin bertemu sanak keluarga ku di kampung halaman, dimana diriku di lahirkan dan di besarkan oleh kedua orang tua ku di Kampung Gedung Meneng Induk Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung dan diriku melepaskan rindu dengan kedua orang tua ku, (Papi dan Mami).

Untuk menyenangkan hati kedua orang tua ku, diriku sudah menyiapkan sebuah kado hadiah yang sudah ku siapkan dari jauh hari, untuk Papi ku yang tersayang ku berikan sebuah sepatu dan untuk mami ku tercinta ku berikan Tas cantik untuk nya. Dan tidak lupa oleh-oleh untuk putra ku yang sudah dia pesankan dari jauh hari, Mungkin yang ku berikan tidak sebanding dengan pengorbanan dari mereka, namun setidaknya diriku sudah membuat mereka bahagia.

Dengan hati senang dan gembira, rasanya tidak bisa ku ungkap dengan kata-kata rasanya ingin sekali memeluk kedua orang tua ku, dengan semangat, diriku bergagas berkemas pakaian dan mempersiapkan barang-barang yang ingin ku bawa semuanya.

Setelah diriku mempersiapkan semua barang dan kado dan oleh-oleh, tidak permah lupa semua pintu dan jendela sudah ku pastikan tertutup rapat, dan mulai memastikan kendaraan yang akan ku bawa dalam keadaan baik dan bagus, sehingga bisa mengantarkan diriku ke kampung kelahiran ku, dan tidak lupa diriku berdoa untuk keselamatan di perjalanan yang begitu jauh.

Sepanjang perjalanan ku di perindahkan dengan pandangan hijau yaitu tebu dari Perusahan Indolampung, dan ku nikmati perjalanan yang begitu banyak rintangan yang berupa debu dan jalan yang berlobang, namun semuanya itu tidak menyurutkan semangatku untuk bertemu dengan keluarga.

Selang beberapa waktu, diriku tiba di wilayah KM 52 yang mana sudah masuk wilayah kampung ku, namun begitu ku liat medan jalan yang akan ku tempuh begitu banyak nya yang berlobang, sehingga jalan dahulu kala yang sudah di aspal sudah hampir tidak terliat dan bahkan hanya ada batu yang berserakan yang ada di sepanjang jalan, sungguh diriku pilu meliat jalan yang menuju kampung halaman ku.

Sesampai diriku di halaman rumah ku, ku liat wajah kedua orang tua ku begitu bahagia meliat putra mereka pulang dengan sejuta rasa rindu. Dan bergagaslah diriku mendatangi mereka dan berkata, “anak mu pulang Mami Papi”.

Ku peluk mereka satu persatu, tanpa sebuah kata, hanya air mata yang bercucuran menetes dipipi. Dan ku berikan mereka kado yang sudah ku persiapkan untuk mereka, dan dirku berkata, hanya ini yang bisa ku berikan kepala kalian, maaf belum bisa membawa kalian berangkat Haji atau Umroh.

Dari kejauhan terdengar suara teriakan putra ku “Papa datang dan mana oleh-oleh yang dipesan” ….

Lanjut Mami, “cukup meliat dirimu berubah menjadi dewasa dan tidak nakal lagi, itu sudah suatu kebahagiaan, bagi kami anak ku”, ucap Mami.

Dan mami berkata, yuk kita makan, sudah mami masak makanan kesukaan mu dan putramu di belakang dan dipersiapkan semuanya.

Usah makan bersama, ku luangkan waktu untuk obrolan dengan Papi, gimana pekerjaan mu di Menggala?, pertanyaan dari Papi.

“Alhamdulillah baik-baik saja Papi”

Ingat, jalankan tugasmu dengan hati-hati, karena tugasmu adalah sebagai pemberitahu informasi kepada seluruh masyarakat, katakan benar jika itu benar, katakan salah jika itu salah, jangan takut dengan siapa pun, karena kita hanya takut dengan pencipta dunia dan akhirat saja, yaitu adalah Allah SWT.

Penuh dengan semangat diriku mendengar dukungan dari orang yang membesarkan ku, yaitu Papi ku.

“Ia Papi, Insya Allah, semua yang Papi katakan akan saya ingat selalu”.

“Dan ingat, perlu kamu ingat, teman bisa jadi lawan, lawan bisa jadi teman, karena banyak orang hanya memamfaatkan diri kita, demi kepentingan mereka, bahkan mereka bisa saja melakukan apa saja demi kepentingan, dan janganlah masuk dan kenal dunia politik itu, karena dunia itu kejam. Itu yang perlu kamu ingat”, kata Papi.

Disela waktu menjelang sore hari, diriku ingin mengingat masa kecil yang begitu bahagianya, yaitu mandi di sungai Tulang Bawang bersama kawan-kawan kecil ku.

Sambil mandi bersama kawan kecil ku dahulu kala, dan kami sambil obrolan sesama, dan saling bertanya satu sama lain, hingga tidak lupa, celotehan lucu saling berlemparan kata-kata, sehingga membuat kami asik menikmati suasana mandi di sore hari.

Seusai kami mandi, kami pun bergagas pulang masing-masing dan berjanji nanti malam kita kumpul kembali, meneruskan obrolan kita apa lagi kita jarang kumpul begini, ucap kawan kecil ku.

Tibalah di malam hari, kami pun berkumpul kembali sesuai dengan kata sepakat kami sore hari, berkumpul dan obrolan sambil menikmati makanan ringan di meja.

Saudara kita sekarang Ferry sudah sukses ia, dia sudah jadi Wartawan, dan sering liat berita nya, apa lagi soal “Tagih Janji Kampanye Bupati Winarti 500 Juta Per-Kampung”,. Cetus seorang kawan.

Lanjutnya, coba di beritakan dulu itu jalan yang dari KM 52 menuju Kampung Gedung Meneng, jalan nya sudah parah benar, dan banyak lobang-lobang nya, sudah seperti ombak laut India. Hehehehe… ucap kawan sambil pada tertawa.

Dulu beberapa tahun yang lalu itu sudah di aspal, namun sampai saat ini tidak permah di perbaiki jalan itu, sehingga kita mau ke arah KM 52 atau ada keperluan susah, jika kita tidak penting benar maka males benar untuk melalui jalan itu, coba kamu buat berita, siapa tau itu Pemerintah Daerah bisa mendengar atau membaca berita itu, agar mereka tau apa yang kita rasakan sekarang.

Dan coba di kroscek dulu tentang bantuan yang ada di kampung kita ini, Pemerimtah Daerah atau Pusat sudah banyak sekali membantu masyarakat, namun cara penyalurannya itu banyak sekali kejanggalan nya, coba di kroscek atau apalah bahasa Wartawan itu. Ujar seorang kawan dengan lantang.

Diri ku hanya tersenyum dan tertawa saja mendengar aduan dari kawan-kawan kecil ku, tetapi hati kecil ku sungguh menagis mendengar keluh kesah kawan-kawan dan sanak saudara yang ada di kampung ku.

Sehingga, tidak terasa waktu sudah larut malam, kami pun bergagas pulang ke rumah masing-masing, namun pada saat diriku menaiki kendaraan, salah satu kawan berkata “Ferry jangan lupa nikah, kalau tidak nikah-nikah nanti bisa gila” sambil kawan berlari pulang ke arah rumah nya. Serontak kawan-kawan mendengar perkataan itu, langsung pada tertawa ..Hehehe…Hehehe.. Hehehe.

Jum / Andiz

Related posts