Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Turatea (HAMTUR) Minta Kapolda Copot Kapolres Jeneponto, Ini Alasannya

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Turatea (HAMTUR) Jeneponto meminta Kapolda segera mencopot jabatan Kapolres Jeneponto. Hal tersebut disampaikan gabungan mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa di depan MAPOLDA Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan. Rabu, 28/10/2020.

Pengunjuk rasa berorasi secara bergantian dengan menggunakan pengeras suara (microphone), menyuarakan keadilan dan kekerasan aparat kepolisian serta alasan penolakan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Pasalnya, menurut mahasiswa saat aksi besar-besaran penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, pada senin (12/10), ada sikap represif dari sejumlah anggota Polres Jeneponto.

“Beberapa dari kami pada insiden tersebut menjadi korban represif aparat sampai ada beberapa orang mahasiswa dan mahasiswi di rawat di Rumah Sakit, selain itu oknum wartawan juga menjadi korban dari kejadian tersebut”, ujar Ketua HMI Cabang Jeneponto, Amrullah Serang.

“Kami meminta kepada Kapolda segera mencopot Kapolres Jeneponto, kami menilai Ia tidak mampu melindungi massa aksi yang saat itu melakukan demo di kantor DPRD Jeneponto”, terang Ketua HMI Cabang Jeneponto.

Kami telah memberikan secara langsung sejumlah alat bukti tindakan kekerasan yang dialami massa aksi GEJOLAK JILID II di Depan Gedung DPR Jeneponto pada (12/10/2020). ungkapnya.

“Selain itu, kami sudah menyerahkan langsung alat bukti ke PROPAM POLDA Sulsel baik itu video ataupun foto di lapangan dari berbagai sumber untuk di tindak lanjutiā€¯, jelas aktivis yang akrab disapa Arul.

Bintang Dua / Daeng Tompo

Related posts