Polda Papua Dalami Dugaan Oknum Brimob Terlibat Jual-Beli Senpi Yang Dipasok ke KKB

  • Whatsapp

PAPUA – pantau24jam.com. Surveilance dan Penindakan Terhadap kurir pembelian senjata an. JB (Jabir Harian) sebagai kurir pembelian senjata yang dipesan oleh mantan anggota DPRD Kab. Intan Jaya periode 2014-2019. an. Letianus Kogoya. Senjata Ilegal Berupa M16 dan M4 Beserta 2 Magazen Tanpa Peluru di Hotel Mahavira, Kab. Nabire.

Pada (21/10/2020), Pukul 14.40 WIT, bertempat di Hotel Mahavira Jl. Ampera, Kel. Karang Mulia di Distrik Nabire, Kabupaten Nabire telah dilaksanakan penindakan oleh tim gabungan TNI/Polri terhadap Jabir Harian (JH) Anggota Sat Gegana Brimob Kelapa Dua, Depok yang di diduga sebagai pelaku penyeludupan Senjata Ilegal di wilayah Kab. Nabire, yang dipesan oleh mantan anggota DPRD Kab. Intan Jaya periode 2014-2019. an. Letianus Kogoya.

Dari hasil penindakan tim berhasil mengamankan 2 pucuk senjata laras panjang diantaranya 1 pucuk senjata laras panjang jenis M16 dan 1 pucuk senjata laras panjang jenis M4 Beserta 2 Magazen Tanpa Peluru serta kedua pelaku.

Tim yang bertindak sebagai berikut :
a. Mayor Laut Heri (Korwil IV) bersama Posda Nabire.
b. Kompol Samuel D. Tatiratu, SIK
c. Kapten Purwanto (Dansattis Mandala) bersama Tim.
d. Kapten Rio (Dantim Elang) bersama Tim.
e. Kapten Supriyadi (Danpos Paskhas Nabire)

Kronologis penindakan sebagai berikut :
Pukul 11.40 WIT, di Safe House Tim Elang, dilaksanakan koordinasi oleh Tim Elang, Satgas Mandala, BIN dalam rangka menyikapi adanya informasi pengiriman senjata melalui jalur udara dalam hal ini, teridentifikasi bahwa seorang kurir a.n. Bripka Muhammad Jabir Hayan (Polri) akan mengirimkan senjata pesanan Letinus Kogeya @ LK dengan rute penerbangan dari Jakarta – Makassar – Timika – Nabire.

Pukul 11.10 WIT, Tim Gabungan bergerak menuju tempat plotting masing-masing untuk melakukan penjejakan terhadap target yakni di Jalur Kedatangan Bandara Nabire, tempat parkiran Bandara Nabire, Hotel Anggrek dan Tim IT mobilisasi mengecek posisi target secara real-time.

Tim gabungan TNI-Polri menggagalkan praktik jual beli senjata api di Nabire, Papua. Seorang anggota Brimob diduga terlibat. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw membenarkan kejadian tersebut.

“Memang benar tim gabungan berhasil menggagalkan jual-beli senjata api yang melibatkan anggota Brimob, yakni Bripka JH, dan saat ini sudah ditahan di Jayapura,” ujarnya, di Jayapura, Papua, Jum’at, (23/10) seperti dilansir Antara.

Hingga saat ini, kasus itu masih didalami termasuk kemungkinan senapan serbu itu dipakai untuk memperkuat kelompok bersenjata.

Waterpauw tak menampik informasi tentang jual-beli senjata api sudah lama terendus namun baru terungkap setelah anggota Brimob di Nabire bersama dua pucuk senjata api yang dibawa.

“Dari pengakuan rekannya yang menjadi perantara, sudah enam kali terjadi aktivitas jual beli senjata api,” terang Waterpauw.

Ia mengeluarkan sinyalemen senapan serbu itu nanti digunakan orang atau kelompok untuk mengganggu kamtibmas juga menembak warga sipil dan aparat keamanan. Kasus jual-beli senjata api itu terbongkar Kamis (21/10) setibanya Brigadir Polisi Kepala JH di Nabire bersama dua pucuk senapan serbu jenis M-16 dan M4.

“Sabar ya, karena penyidik masih mendalami sambil menunggu salah seorang saksi mantan anggota TNI yang saat ini dalam perjalanan ke Jayapura,” jelas Waterpauw.

Pelaksanaan penindakan terhadap Bripka M. Jabir Hayan (JH) dilakukan setelah sebelumnya pada (19/10/2020) tim elang sudah memonitor akan adanya penyelundupan senjata di wilayah Kab. Nabire, akan tetapi tidak jadi karena pesawat yang diduga di tumpangi pelaku tidak sampai di Nabire dan termonitor hanya sampai di Ambon.

Bahwa An. Fuad (Anggota Kodim 1705/PN) yang disebut Bripka M. Jabir Hayan (JH) adalah mantan anggota Kodim 1705/Paniai yang sudah dipecat.

Frans / Andiz

Pos terkait