Ex Napi Bacok Istri dan Mertua, Pelaku Juga Tebas Polisi Dan Ditembak Mati, Diduga Dendam Digugat Cerai Istri

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Tiga orang ditemukan dalam kondisi sekarat dengan tubuh bersimbah darah usai diduga jadi korban pembacokan di rumahnya di Jalan Barawaja, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal mengatakan, korban yang berinisial SE (30) merupakan istri ketiga pelaku. Sebanyak tiga orang ditemukan sekarat karena diduga menjadi korban pembacokan di Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (23/10/2020) siang.

“Motif dendam karena digugat cerai sama sang istri. Ini istri ketiga pelaku,” ujar Iqbal kepada wartawan, Jumat sore.

SDL baru keluar dari penjara karena kasus pembunuhan di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

“Informasi dari pihak keluarga, pelaku ini masih menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas 1 Makassar. Iya keluarga juga bilang pelaku ini di vonis 9 tahun penjara,” tutur Iqbal.

Sempat, video penemuan tiga orang korban penganiayaan ini beredar di media sosial. Dalam video berdurasi empat menit itu, terlihat seorang perempuan terbaring lemas dengan tubuh penuh luka.

Tidak berselang lama setelah kejadian itu, pelaku pembacokan berinisial SDL tewas tertembak di tangan polisi.

Kepolisian terpaksa menembak mati pelaku pembacokan istri dan mertuanya, setelah menebas anggota personel Resmob Polsek Panakukkang di tempat persembunyian di Jalan Pampang 2, gang 4, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar.

Saat akan ditangkap pelaku tiba-tiba menyerang polisi menggunakan parang hingga melukai Bripka Sulkadri di bagian wajah dan kakinya.

Pelaku kami berikan tindakan tegas terukur, karena pelaku ini menebas salah satu anggota kepolisian.

“Pelaku kami berikan tindakan tegas terukur, karena pelaku ini menebas salah satu anggota kepolisian saat akan ditangkap,” beber Kapolsek Panakukkang, Kompol Jamal Fakhtur Rahman di lokasi kejadian.

SDL tewas di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar sementara anggota polisi yang kena sabetan parangnya masih menjalani perawatan di rumah sakit usai mengalami luka di bagian wajah dan kaki.

Berikut fakta-fakta kejadian yang menyita perhatian itu:

  1. Residivis Kasus Pembunuhan

Sarifuddin Dg Lewa pelaku penganiayaan istri dan mertua di Jalan Barawaja Makassar dengan senjata tajam, diketahui baru saja bebas dari Lembaga Pemasyarakatan atas kasus pembunuhan yang telah dijalani.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Panakukkang, Kompol Jamal Fathur Rakhman saat ditemui di lokasi kejadian di Jalan Pampang 2 Makassar.

“Jadi untuk pelaku Dg Lewa informasi awal kami dapati, merupakan pelaku pembunuhan juga,” ujarnya, mengutip tribun-timur.com, Sabtu (24/10/2020).

Ia menjelaskan, kasus pembunuhan yang dilakukan Dg Lewa itu berlangsung saat ia tinggal di Kalimantan.

“Jadi sebelumnya ini pelaku Dg Lewa pernah tinggal di Kalimantan melakukan pembunuhan juga,” jelasnya.

  1. Pindah di Makassar, Masuk Penjara Lagi

Tidak hanya itu, pindah ke Makassar, kasus yang sama menjerat Dg Lewa. Ia dikabarkan kembali terlibat aksi pembunuhan yang mengharuskannya kembali mendekam di Lembaga Pemasyarakatan.

“Kemudian di Makassar juga pelaku ini baru keluar dari Lapas entah asimilasi atau seperti apa, informasi untuk perkaranya itu sebelumnya melakukan pembunuhan juga. Memang pelaku ini kurang lebih beberapa hari ini baru keluar dari Lapas setelah menjalani perkara pembunuhan tersebut,” bebernya.

Setelah beberapa hari menghitup udara bebas, ia kembali beraksi. Ia mendatangi rumah mertuanya di Jalan Barawaja Makassar dan melakukan penganiayaan dengan senjata tajam secara membabibuta terhadap serta istrinya Selvi (44) serta mertuanya Alimuddin Syam (68) dan Siti Salma (69).

  1. Hadiah Timah Panas Karena Melawan

Pelaku pemarangan satu keluarga di Jalan Barawaja Kelurahan Karawisi Utara Kecamatan Panakukkang Kota Makassar, ditembak polisi, Jumat 23 Oktober 2020 siang.

Pelaku Sarifuddin Dg Lewa ditembak polisi saat bersembunyi Jalan Pampang 2 Lorong 4 Makassar. Ia ditembak karena menyerang personel Polsek Panakukkang, Bripka Sulqadri.

Akibatnya, Bripka Sulqadri mengalami luka tebasan di kepala dan kaki. Ia dilarikan ke RS Ibnu Sina Makassar untuk dirawat.

Muh S.Boko / Andiz

Pos terkait