SEKAT-RI Siap Back Up 9 Media Yang “Dikriminalisasi”, Akan Laporkan Balik Kepala Puskesmas Paccelekang Gowa

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Di tengah pandemi yang melanda seluruh dunia, berbagai informasi yang akurat pun sangat diperlukan bagi seluruh masyarakat. Tak bisa dipungkiri juga banyak informasi yang tidak akurat (hoax) tersebar dikalangan masyarakat dari berbagai media lokal hingga media sosial yang justru membuat masyarakat menjadi bertambah khawatir.

Selain dokter, Wartawan pun menjadi ujung tombak garda terdepan dalam mengantisipasi permasalahan pandemi ini, serta permasalahan lain yang tengah melanda di tengah-tengah masyarakat dalam bidang informasi.

Kepala Puskesmas (Kapus) Paccelekang inisial VR Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa, Sulsel. Sebagaimana yang dilayangkan laporan di Polda Sulawesi Selatan, merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh sejumlah media online.

Diketahui, dimana salah satu korban dugaan fitnah oleh Puskesmas Paccelekang Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu.

Puskesmas Paccelekang mengeluarkan Surat keterangan tidak perawan untuk keperluan nikah oleh korban Fira (19) pada (12/9/2019).

Imbasnya membuat keluarga korban tidak terima dan meminta Kepala Puskesmas inisial VR A harus mundur dari jabatannya.

Berdasarkan laporan polisi LP/B/339/IX/2019/SPKT di Polres Gowa, kasus Alfira sampai saat ini masih belum ada titik terang dari pihak kepolisian. Dan masalah inipun mengemuka ke berbagai media.

Salah satu lembaga media online nasional memberikan empatinya yakni Serikat Wartawan Media Online Republik Indonesia (SEKAT-RI) akan melaporkan balik Kepala Puskesmas (Kapus) Paccelekang inisial VR yang diduga kuat punya backing sehingga laporan korban tak kunjung selesai.

Adapun media yang dilaporkan di antaranya, Daftar5news.com, Kabarratta.com, Lintassulawesi.com, Pantau24jam.com, Kartumerahnews.com, Makassarglobal.com, Newskritis.com, Radarnusantara.com.

Merasa laporan VR (Kapus Paccelekang, red) tak bisa dibuktikan dihadapan Penyidik Polda Sulawesi Selatan.

Ketua Umum SEKAT-RI, Muh. Iqbal Salim angkat bicara terkait laporan Kepala Puskesmas Paccelekang yang dilayangkan sejumlah media online, namun tak bisa dibuktikan tudingan tersebut.

“Saya mendukung wartawan yang dijadikan terlapor untuk melapor balik Kepala Puskesmas Paccelekang Gowa. Laporan terhadap wartawan itu sama saja dengan upaya sensor terhadap pemberitaan yang dilarang oleh UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers,” ungkapnya

Lebih lanjut dia menegaskan, jika Kepala Puskesmas Paccelekang dapat dilaporkan pidana melanggar Pasal 18 Ayat (1) UU Pers.

“Polisi wajib melayani laporan wartawan yang merasa dikriminalisasi karena dalam menjalankan tugasnya wartawan mendapat perlindungan hukum sebagaimana dijamin Pasal 8 UU Pers,” terang pria yang akrab disapa Ibhe. Rabu, 21/10/2020.

Gagal Nikah Karena Siri’

Sebelumnya, Aliansi Antar Lembaga Sulawesi selatan melakukan aksi di empat titik, kantor DPRD, Kantor Bupati Gowa, Kantor Dinas Kesehatan, dan Polres Gowa, di Kabupaten Gowa (25/9/2020).

Jenderal lapangan, Ir Ahmad Eddy Yusuf, menjelaskan,” aksi yang dilakukan dengan hati nurani terpanggil dengan sebelas Aliansi yang tergabung dengan kemanusiaan,” tuturnya.

Dalam Aksi yang disampaikan terkait hasil pemeriksaan tes kehamilan yang dilakukan Puskesmas Paccellekang, Desa Paccellekang, Kecamatan Patallassang, Kabupaten Gowa, yang mana korban berinisial FR, yang akan melangsungkan pernikahan Pada Sabtu 14/9/2019 lalu, namun pernikahan dibatalkan dari pihak laki-laki yang berinisial Fj.

“Kasus ini sudah satu tahun mengendap tidak terselesaikan dikarenakan informasi dari pihak kepolisian faktor adanya mutasi di kubu kepolisian,”jelas Jendral lapangan yang biasa dipanggil Kaka Lawa, saat ditemui di Posko Komunitas kenapako lari, Wartawan Nusaperdan.com.

Kaka Lawa juga menilai pasal yang diterapkan dalam penyidikan pihak Kepolisian sangat lemah, karna ada beberapa pasal tidak dimasukkan padahal jelas itu sudah melanggar.

“Ada empat pasal yang harus diterapkan dari pihak Kepolisian dalam penyidikan, yang pertama diduga pelecehan, pencemaran nama baik, UUD ITE karna adanya informasi keluar lewat WhatsApp, terjadinya malpraktek yang mengeluarkan keputusan tes kehamilan positif, sedangkan ada empat rumah sakit mereka tempati tes semua negatif termasuk RS Bayangkara tes keperawanan,” tegas kaka Lawa Gondrong.

“Kami minta Bupati Gowa mencopot Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Paccellekang, serta Pidanakan Kepala Puskesmas Paccellekang, karena ini kejadian sangat luar biasa, dimana korban tidak pernah pulang ke Kampung halamannya dan pihak keluarga tidak pernah menghadiri pesta perkawinan karena siri’ (merasa malu), ” pungkas Kaka Lawa.

Bintang Dua / Daeng Tompo / Andiz

Pos terkait