Peletakan Batu Pertama Huntap Luwu Utara, Nurdin: Sebenarnya Masih Kurang

  • Whatsapp

MALILI – pantau24jam.com. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah beserta Bupati Luwu Utara (Lutra), Indah Putri Indriani melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang.

Kegiatan ini berlangsung Kamis, 17 September 2020 di Dusun Panampung, Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Adapun jumlah Huntap yang akan dibangun pada tahap pertama adalah sebanyak 50 unit dengan tipe 36.

Nurdin Abdullah mengatakan bahwa pembangunan Huntap yang dilakukan Pemprov di tahap awal untuk menstimulus pemerintah pusat untuk turut serta membantu dan lakukan pembangunan.

Melalui program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan, pihak swasta diundang untuk turut serta membantu.

“Sebenarnya masih kurang. Tetapi, Insyaallah kita akan mencoba menggerakkan hati semua elemen masyarakat. Termasuk beberapa perusahaan besar yang kira-kira bisa memanfaatkan CSR-nya,” tutur Nurdin.

Nurdin menambahkan bahwa satu unit rumah ini dibangun dengan anggaran Rp50 juta per unit. Dengan standar layak huni dengan fasilitas seperti ruang tamu, dua kamar.

Sedangkan, Bupati Indah mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemprov Sulsel. Ia menilai kebijakan yang diberikan turut membantu dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Luwu Utara, khususnya terkait hunian sementara dan hunian tetap.

Demikian juga dengan pemerintah pusat melalui PUPR dan BNPB telah melakukan assesment dan menyempurnakan data atau dokumen lain yang dibutuhkan.

“Harapan kita dengan dimulainya peletakan batu pertama hunian tetap ini, maka ini tidak ada lagi kata berhenti. Tidak ada jeda untuk kemudian memastikan dalam enam bulan, mudah-mudahan sudah dapat kita bangun lagi,” pungkas Indah.

Dalam kegiatan ini Gubernur Sulsel dan Bupati Lutra juga melakukan peletakan batu pertama Huntap Jamaah Rama Radda. Adapun lahan untuk pembangunan disediakan oleh Jamaah.***

Sumber : https://fixmakassar.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-57750899/peletakan-batu-pertama-huntap-luwu-utara-nurdin-sebenarnya-masih-kurang?

Pos terkait