Viral Dimedsos Tindakan Kasar Banser Interogasi Kyai, Ulama NU: Sadarlah, Umat Islam Sedang Dibenturkan

JAKARTA – pantau24jam.com. Video yang diunggah akun youtube NU Garis Lurus, ulama NU menyatakan tidak ridho dan mengecam tindakan Banser tersebut. Selasa, 22/8/2020.

Viralnya aksi ormas Banser menginterogasi kyai yang dituduh menyebarkan ajarah khilafah ditanggapi oleh ulama NU. Diketahui peristiwa tersebut terjadi di Rembang, Pasusuran Jawa Timur.

Munarman FPI Mengomentari Aksi Banser di Rembang, “Memalukan!” Banser Marah Ulama NU Dihina.

“Tindakan presekusi, katanya menghormati hukum, kok malah mempersekusi dan mengintimidasi begitu. Itu sangat tidak mendidik dan memalukan sekali”, ucap Munarman

Apa yang dilakukan oknum Banser tersebut sangat tidak menggambarkan sikap kenegarawan, tindakan yang dilakukan itu sebagai aksi sepihak.

“Saya sebagai warga NU, keturunan asli orang NU, pendidikan dari SD-MTS sampai pondok pesantren adalah kultur pendidikan NU dan saya juga mengkaji kitab-kitab Ahlussunnah wal Jamaah. Saya sangat tidak ridho bahkan saya mengecam tindakan tidak sopan Banser yang dengan kasar menginterogasi dan memaksa seorang kyai membuat pernyataan. Padahal kyai tersebut belum diadili, belum disidang dan belum ditetapkan status hukumnya”, ungkapnya.

Dia mengimbau umat Islam Indonesia untuk menjaga kerukunan umat beragama.

“Sadarlah wahai umat Islam, kerukunan umat beragama kita sedang dikoyak-koyak, karena kekuatan Islam di indonesia adalah kekuatan yang sangat dominan untuk keutuhan NKRI”, jelasnya.

Ia juga mengingatkan ormas Banser untuk menjaga perilaku dan tidak merusak citra para ulama.

“Jangan diulangi, tunjukkan akhlakul karimah, Banser adalah penjaga ulama. Jangan sampai menodai garis-garis khittah para ulama”.

Tindakan anggota Banser yang menggeruduk Lembaga pendidikan madrasah, Yayasan Al Hamidy–Al Islamiyah di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang Kamis lalu, jadi sorotan.

Ketua GP Ansor Bangil, Kabupaten Pasuruan, Saad Muafi ini dianggap tidak punya sopan santun dan adab. Itu setelah mereka nampak berbicara kasar dan bentak-bentak seorang Ustadz di wilayah itu.

Ustdz itu diduga bernama Zainullah. Dia dituding menyebarkan ajaran Khilafah. Saad Muafi yang memimpin aksi massa itu, terlihat berbicara keras dan kasar terhadap Zainullah.

Sad Muafi dinilai tidak punya adab dan sopan santun, terlebih lagi dia merupakan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

“Saya kira ada etika dan akhlak yang diajarkan bagaimana sopan santun bersama orang tua. Saya kira seluruh organisasi tidak boleh melakukan tindakan menghakimi sendiri, karena ada polisi sebagai bagian dari keamanan dan penegakan hukum”, kata Wakil Sekjend Majelis Ulama Indonesia (MUI), Najamudin Ramli, dikuti dari program Kabar Petang, TV One.

Ramli menegaskan, seharusnya mereka tidak melakukan tindakan sewenang-wenang. Jika ada dugaan ajaran Khilafah, maka serahkan ke kepolisian.

“Apalagi Saad sebagai anggota DPRD Pasuruan. Penegakan hukum, kalau dilakukan organisasi sipil, ini malah terjadi penyimpangan.” katanya.

Najamudin khawatir, organisasi sipil tidak seharusnya melakukan tindakan-tindakan yang harusnya menjadi wewenang dari aparat penegak hukum.

Lebih lagi, kelompok ini juga mendatangi rumah seorang berinisial AH yang dianggap telah melecehkan seorang ulama dari kalangan NU. Di kediaman AH, mereka juga menanyakan keterlibatannya dengan HTI dan khilafah.

Dengan mengendarai kendaraan bak terbuka, puluhan satgas ormas berseragam lengkap itu mendatangi rumah AH, yang juga menemukan dugaan penyebaran ideologi khilafah.

“Organsasi tidak boleh melakukan razia di dalam rumah tangga orang, karena itu ada aturannya dalam KUHP. Tidak boleh ada satuan paramiliter seperti ini melakukan tindakannya sendiri,” ungkapnya Najamudin Ramli.

Galuh / Nu / Andiz