Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ‘KAMI’, Hadir Gatot Nurmantyo, Kwik Kian Gie, Hingga Rizal Ramli

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Belasan tokoh bangsa mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) diselenggarakan di RM Gudeg Kendil Mas, Jalan Raya Fatmawati No. 76, Jakarta Selatan. Ahad, 2/8/2020 pukul 12.30 Wib.

Para tokoh dan akademisi nasional resmi mengumumkan hadirnya sebuah gerakan masyarakat untuk menyelamatkan Indonesia di tengah ketidakpastian yang terjadi saat ini. Kelompok tersebut menamai dirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengatakan koalisi ini merupakan gerakan moral untuk mengembalikan arah perjalanan bangsa yang dianggap telah melenceng dari tujuannya sehingga menimbulkan berbagai kesulitan yang terjadi saat ini.

“Kiblat bangsa ini telah melenceng bahwa cita-cita nasional telah jauh dari arah yang benar. Karena itu menyelamatkan Indonesia adalah meluruskan kiblat bangsa kembali jalannya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana yang telah disepakati para pendiri bangsa,” ujar Din Syamsuddin di Jakarta. Ahad, 2/8/2020.

Baginya gerakan moral ini bisa menjadi sebuah jalan alternatif untuk memberi masukan yang baik bagaimana berbangsa dan bernegara dengan meninggalkan berbagai kepentingan politik yang membuat negara ini tersandera dalam kepentingan kekuasaan.

“KAMI, saya anggap sebagai gerakan moral lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik. Kita bersatu bersama-sama melalui gerakan moral menyelamatkan Indonesia dari kesulitan ekonomi, dan banyak hal lain,” tandasnya.

Akademisi dan Ahli Tata Negara, Refly Harun yang hadir dalam acara tersebut mengatakan negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi, mencerdaskan dan mensejahterakan seluruh rakyat dan bila hal itu tidak dilakukan dengan baik maka partisipasi kelompok masyarakat menjadi alternatif untuk untuk meluruskannya.

“Dalam sejarahnya tidak setiap penguasa mampu menjalankan tugas konstitusionalnya. Tapi karena pemerintah belum mampu atau tidak mampu menjalankan tugas sesuai perundangan maka jangan salahkan kalau kelompok dari masyarakat memiliki hasratnya sendiri tentu dengan jalan yang mereka pilih,” terangnya.

Agendanya, KAMI akan mendeklarasikan diri sebagai sebuah organisasi independen pada tanggal 17 atau 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi sebagai simbol dan upaya untuk mengembalikan arah negara sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa.

Turut tokoh yang mendeklarasikan KAMI di antaranya, Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, Rizal Ramli, Rochmat Wahab, Abdullah Hehamahua, Kwik Kian Gie, Rachmawati Soekarnoputri.

Refly Harun, MS. Kaban, Ichsanuddin Noorsy, Adhie M. Massardi, Abdullah Hehamahua, Jumhur Hidayat Syahganda Nainggolan, Rocky Gerung, dan Edwin Seokawati.

Kemudian, Rochmat Wahab, Said Didu, Muhammad Sidik, Muchsin Al-Atas, M. Hatta Taliwang, Murah Sumirat, Edy Mulyadi, dan tokoh lainnya.

“Pak Gatot Nurmantyo berhalangan, sama Bachtiar Chamsyah dan Tedjo Edhy juga berhalangan,” kata Ahmad Yani.

Kemudian Bachtiar Chamsyah, MS. Kaban, Said Didu, Muhammad Sidik, Anthony Budiawan, Ichsanuddin Noorsy, Muchsin Al-Atas, M. Hatta Taliwang, Mirah Sumirat, Tedjo Edhy, dan Edwin Soekowati.

Koalisi ini, merupakan perkumpulan yang peduli terhadap masa depan negara dan bangsa Indonesia.

“Ini kelompok kritis yang mengkritisi situasi bangsa yang kondisi sudah sangat memprihatinkan,” imbuh Toha.

Sebagai pihak pengundang ialah Ahmad Yani, Adhie M. Massardi, Eko Suryo Santjojo, Moh. Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan.

Andi Maryam / Andiz

Pos terkait