Diduga Selingkuh, Kepala Bappeda Langsa Dimandikan Air Comberan oleh Warga

  • Whatsapp

LANGSA – pantau24jam.com. Kepala Bappeda Kota Langsa TSF dimandikan air comberan oleh warga karena diduga mesum dengan pegawainya sendiri yang berinisial DK (30) di rumah kos di desa Paya Bujoek Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

Kepala Dinas Syariat Islam kota Langsa, Ibrahim Latif, Senin (30/7/2018) membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kejadian itu berlangsung pada Sabtu (28/7/2018) sekira pukul 14.00 hingga berakhir pda 16.30 WIB sore.

Warga telah keseringan melihat TSF singgah ke rumah kos keluarga DK. Lantaran tidak sanggup membendung emosi kemudian warga menarik keluar dan memandikan keduanya dengan air comberan.

“Jadi yang bersangkutan sudah sering ke rumah si perempuan menurut warga. Mungkin sudah lama diintip warga marah dan dinilai telah melakukan perbuatan mesum. Warga sudah emosi karena yang saat diinterogasi mereka sudah macam-macam ngomongnya. Ditarik ke luar lalu dimandikan. Itu udah kebiasaan di kampung-kampung seperti itu.” tutur Ibrahim,

Mengaku Nikah Siri

Identitas Kepala Bappeda dan pegawainya yang tertangkap mesum di Aceh

Saat digrebek warga, keduanya mengaku telah menikah siri dengan memperlihatkan surat nikah pada warga. Mereka mengaku telah menikah di Sumatera Utara. Namun saat ditunjukkan surat tersebut warga melihat kecurigaan terhadap keabsahan dari surat nikah tersebut.

“Kepala Bappeda mengaku bahwa mereka telah menikah secara sirih dengan pasangannya tersebut yang juga pegawainya sendiri,” imbuhnya.

Kendati demikian, setelah dimandikan air comberan selanjutnya mereka dilepaskan kembali. Petugas syariat Islam datang ke sana usai kejadian.

“Kalau seandainya cepat datang mungkin bisa kita bendung dan amankan sehingga tidak dimandikan warga”, jelasnya.

“Namanya surat nikah siri secara negara itu tetap tidak sah. Namun jika dilihat secara agama, maka harus ditinjau kembali apakah syarat rukun nikahnya sah atau tidak. Itu yang sedang kita pelajari karena nikahnya di Sumatera Utara. Kalau memang nikahnya benar secara hukum agama sah berarti persoalannya akan kita damaikan,” terang Dinas Syariat Islam kota Langsa

Disamping itu, terkait TSF seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan telah menikah dua kali secara hukum kepegawaian maka telah melanggar hukum.

Nyak

Pos terkait