HMI Tegaskan Tolak TKA China, Ancam Blokade Bandar Udara Haluoleo Konawe Selatan

  • Whatsapp

KENDARI – pantau24jam.com. Unjuk rasa digelar mengancam akan memblokade Bandara Haluoleo Kendari jika TKA China gelombang ketiga tetap diizinkan masuk ke Sultra, salah satu massa berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kendari, melakukan aksi bakar ban di gerbang perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Jumat, 10/7/2020 sekira pukul 16.00 Wita.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kendari Zulkarnain menegaskan tetap konsisten menolak kedatangan TKA China masuk ke Sultra. HMI dan rakyat mengancam akan memblokade Bandara Haluoleo jika TKA China tetap diizinkan masuk Sulawesi Tenggara.

“Hingga hari ini, tidak ada kata untuk mundur. Kalau pemerintah tetap memaksa maka kita blokade saja Bandara Haluoleo,” orasi Zulkarnain saat unjuk rasa.

Massa aksi tegaskan akan melakukan inspeksi ke perusahaan tempat TKA China bekerja akan diusir dari bumi Sulawesi Tenggara jika keberadaan mereka melanggar peraturan.

“Kita akan minta visa mereka dan akan masuk sendiri ke perusahaan PT VDNI serta perusahaan lain dan melihat langsung apa yang mereka lakukan. Kalau tidak sesuai, maka dengan perundangan wajib kita usir dari Sultra,” ungkap Zulkarnain.

Sebanyak 500 TKA China mendapatkan izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk membangun pabrik smelter di Kabupaten Konawe, Sultra.

Diakui Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Aris Wahyudi membeberkan yang sudah masuk pada tahap pertama ada sekitar 156 orang dan yang terbaru ada tambahan 105 orang, sehingga totalnya adalah 261 orang.

Alim / Andiz

Pos terkait