Diduga Perusahaan Kelapa Sawit Sulbar Di Ganjar Bayar Selisih Harga TBS Sesuai Hasil Kesepakatan

  • Whatsapp

MAMUJU – pantau24jam.com. Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar mengeluarkan surat permintaan pembayaran kepada 6 direksi Perusahaan Kelapa Sawit yang ada di Sulawesi barat.

Keenam perusahaan tersebut diduga melanggar kesepakatan terkait besaran harga Tandan Buah Segar atau TBS yang ditetapkan pada bulan Juli lalu.

Berdasarkan kesepakatan itu, harga TBS perkilogramnya disepakati oleh para pihak disaksikan pemerintah Sulawesi Barat melaui Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, sebesar Rp. 1.167.59 namun keenam perusahaan sawit yang ditunjuk dalam surat gubernur tidak mempedomani kesepakatan tersebut. Mereka membeli dibawah harga sesuai kesepakatan.

Imbasnya membuat para petani menjadi berang dan melakukan protes yang berujung unjuk rasa besar-besaran. Mereka menilai perusahaan semena-mena dalam menetapkan harga pembelian TBS kepada petani dimasing-masing PKS.

Perusahaan sawit yang dimaksud, masing-masing, PT. Unggul Widia Lestari, PT. Astra Agro Lestari, PT. Awana Sawit Lestari, PT.Wahana Karya Sejahtera Mandiri, PT. Trinity Palmas Piantation dan PT. Primanusa Global Lestari.

Salah satu kordinator kelompok Pentani sawit di Sulawesi Barat, Sukidi Wijaya, enam perusahaan sawit yang ditunjuk dalam surat Gubernur Sulawesi Barat dinilai tidak patuh terhadap kesepakatan harga TBS yang telah ditetapkan ia menilai perusahaan semena-mena terhadap petani.

“Sangat jelas dalam kesempatan pembelian harga TBS pada bulan Juni lalu itu di harga Rp. 1.167,59 namun 6 perusahaan sawit yang ada di Sulawesi barat tidak mempedomani kesepakatan tersebut. Mereka membeli di bawah harga yang disepakati”, ujar Sukidi Jum’at, 10/7/2020.

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, menyatakan, telah menindaklanjuti inpres moratorium izin dan evaluasi kebun sawit di daerahnya. Tak ada perusahaan sawit baru lagi.

Data sementara Kementerian Pertanian, luas perkebunan sawit di Sulbar, pada 2018 sebesar 196.625 hektar, naik jadi 205.251 hektar pada 2019. Beberapa perusahaan sawit beroperasi di Sulbar.

Namun, Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, menyatakan, kontribusi sawit dinilai tak ada terhadap pembangunan di Sulbar, kecuali pembukaan lapangan kerja. Yang ada malah kerusakan lingkungan.

Satu contoh kerusakan lingkungan dari perkebunan sawit, yakni pencemaran Sungai Barakklang. Pada Mei 2019, ribuan ikan mati di sepanjang Sungai Barakkang, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Tengah.
Soal konflik lahan atau konflik agraria antara warga lokal/adat dengan perusahaan, Pemerintah Sulbar menyatakan, telah membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian konflik.

ABM, begitu nama populer Ali Baal Masdar. Anak Mandar ini kini duduk sebagai Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) periode 2017-2022.

Pada 2013, Ali sempat jadi sorotan. Dugaan skandal menyeret namanya, tertulis di pelbagai laman berita dan jadi omongan aktivis lingkungan. Pada Juli 2013, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Kejati Sulselrabar) memanggil Ali diperiksa sebagai saksi.

Yu / Andiz / Red

Pos terkait