KPK Segel Rumah Jabatan Bupati, Bapenda Dan Kantor BPKAD Kutai Timur

SANGATTA – pantau24jam.com. Mengejutkan, KPK beroperasi di Kutai Timur, empat bangunan milik Pemkab Kutim telah disegel diantaranya Rumah Jabatan Bupati Kutim di Bukit Pelangi Sangatta Utara.

Sejumlah foto penyegelan juga beredar di kalangan wartawan. Media ini terus mencari informasi terkait. Pihak KPK juga telah dimintai informasi hal ini melalui pesan elektronik, namun belum ada jawaban.

Tidak disebutkan dalam kasus apa, KPK-RI melakukan penyegelan di Sangatta ini. Sejumlah sumber menyebutkan kantor yang disegel yakni Ruang Kerja Bupati Ismunandar di Kantor Bupati Kutim, kemudian Kantor BPKAD, Kantor Bapenda dan Rumjab yang satu areal.

“Tadi yang datang empat orang, salah satunya wanita. Mereka datang membawa surat tugas,” terang sumber media seraya menyebutkan tim KPK-RI datang Kamis, 2/7/2020 sekira pukul 20.00 Wita.

Pantau awak media, di Runjab benar pada pintu masuk terdapat segel KPK serta selembar kertas bertuliskan Dalam Pengawasan KPK.

“Kalau kasusnya nggak tahu, bupati sedang dinas luar ke Samarinda,” tutur sejumlah petugas di Rumah Jabatan dan Kantor Bupati Kutim.

Bahkan jelang tengah malam, mobil jabatan yang biasa parkir di depan rumah jabatan, tak terlihat. Beberapa hanya tampak petugas satpol PP di pos depan rujab. Kondisinya terlihat terlihat sepi.

Di depan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kawasan Bukit Pelangi, terlihat banyak polisi yang berjaga.

Agenda Bupati Kutai Timur yang dikeluarkan oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Kutim, pada Kamis (2/7/2020) pagi dari pukul 09.00 Wita, Bupati mengikuti rapat fasilitasi penyelesaian batas antara Kabupaten Kutai Timur dengan Kabupaten Berau, di ruang Tepian Kantor Gubernur Kalimantan Timur Kota Samarinda.

Keberadaan orang nomor satu Kutai Timur belum diketahui. Saat coba menghubungi Imam Sujono Lutfi selaku kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan melalui pesan WhatsApp, hingga kini belum mendapat balasan.

Dilansir CNNIndonesia, Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan adanya giat di Kaltim. KPK melakukan operasi tangkap tangan, namun tidak menjelaskan kasus terkait.

“Deputi Penindakan dan anggota masih bekerja. Mohon diberi waktu karena belum tuntas,” terang Firli melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (2/7) malam

Belum diketahui pula dalam kasus apa KPK melakukan penyegelan malam tadi. Dilansir dari Tempo.co, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan terjadi operasi tangkap tangan (OTT).

“Benar, KPK melakukan tangkap tangan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi,” katanya.

KPK menangkap salah satu pelaku diantaranya adalah merupakan kepala daerah yang memimpin kabupaten di Kaltim. Namun ia belum bisa menyebutkan nama dan asal kabupaten, serta barang bukti apa yang didapatkan.

Bupati Ismunandar

Ali juga masih enggan merinci lebih jauh mengenai sebab, dan kasus digelarnya OTT tersebut.

“Mengenai kasusnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan,” terangnya.

Andi Bulqiah / Andiz

Pos terkait