Jalur Poros Palopo-Toraja Longsor, Akses Jalan Terpotong 9 Rumah Terseret Dan Tertimbung Tanah

PALOPO – pantau24jam.com. Jalur jalan poros Kota Palopo – Tana Toraja (Tator, red) terputus akibat longsor di Km 23 Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Jumat 26/6/2020, sekitar pukul 15:56 Wita

Konfirmasi Kepala BPBD Palopo, Anthonius Dengen, membenarkan bahwa terjadi longsor dan terputusnya jalan tersebut.

“Benar, baru-baru kejadiannya, jalan ini longsor sehingga memutus jalur Palopo-Toraja”, ujar Anthonius Dengen Kepala BPBD Palopo.

Tim BPBD Kota Palopo begitu menerima laporan dari warga setempat, langsung meluncur ke lokasi kejadian.

“Anggota sudah ke lokasi kejadian, sebenarnya sudah ada dua bulan yang lalu terjadi patahan dan pergeseran tanah Akibat hujan terus menerus dan hari ini terjadi longsor yang mengakibatkan jalan poros Palopo-Toraja Utara ini putus total,” tutur Anthonius Dengen.

Longsor ini menyebabkan 9 rumah milik warga ikut terbawa reruntuhan tanah ke bawa jurang.

Dari laporan tim reaksi cepat BPBD Palopo yang sudah berada di lokasi kejadian, sebanyak 9 rumah tersebut terseret longsor yang memutus jalan penghubung Kota Palopo dengan Tana Toraja itu. Kepala BPBD Palopo, Anthonius Dengen.

”Syukur tidak ada korban jiwa, karena sebelum terjadinya longsor, warga sudah menyelamatkan diri dan sudah berantisipasi. Namun, ada 9 rumah warga terkena dampak longsor,” kata Anthonius Dengen

Atas bencana alam ini, tim BPBD Palopo bersama instansi terkait mengevakuasi warga di jalur tersebut karena longsor susulan masih dikhawatirkan terjadi.

“Warga di sekitar lokasi sudah dievakuasi, karna ancaman longsor susulan masih bisa berpotensi terjadi,” jelasnya.

Warga yang bermukim di sekitar lokasi longsor, menyaksikan detik-detik saat rumah warga itu terseret masuk ke jurang. Sebagian warga histeris berlarian menyelamatkan diri.

Sementara itu, Danramil 1403-06 Korem 142 Tatag Kapten Inf Alex Makale mengatakan, bahwa menurut keterangan saksi bahwa mulai kamis (25/6) malam terjadi hujan deras diwilayah battang barat dan pada (26/6) pukul 16.00 Wita tiba-tiba terdengar suara runtuhan tanah sehingga warga yang ada disekitar TKP lari menyelamatkan diri.

Opuku / Andiz

Pos terkait