Dugaan Pungli, PLN Sulselbar Didemo Oleh Komando Pergerakan Mahasiswa KIWAL GARUDA HITAM

MAKASSAR – pantau24jam.com. Aksi unjuk rasa dari Komando pergerakan mahasiswa (KOPMA) KIWAL GARUDA HITAM dipimpin oleh Bokim Wijaksana (Korlap- ketua KOPMA) menyikapi dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh pihak PLN dengan menaikkan tarif listrik secara sepihak selama pandemi covid-19, bertempat di depan antor PLN unit induk wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar di Jl. Letjen Hertasning No.Blok B, Pandang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar. Jum’at,19/6/2020 pukul 14.25 wita.

Pengunjuk rasa melakukan orasi Secara bergantian dengan menggunakan Megaphone warna merah, membentangkan spanduk berukuran 3 X 1 M yang bertuliskan KOPMA KIWAL GARUDA HITAM MENGECAM PT PLN SULSELBAR YANG TELAH MENAIKKAN TARIF LISTRIK SECARA SEPIHAK, menggunakan Roda 4 dan roda 2 sebagai panggung orasi.

“Kami, komando pergerakan mahasiswa (KOPMA) KIWAL GARUDA HITAM menuntut, menolak PT PLN wilayah sulselbar untuk tidak menaikkan tarif tagihan listrik yang memberatkan masyarakat”, ujar Korlap Aksi Bokim Wijaksana.

“Mendesak kepada manajer PT PLN persero wilayah sulselbar untuk mempertanggungjawabkan persoalan kenaikan tarif dasar listrik selama pandemi covid-19 secara sepihak oleh pihak PT PLN persero wilayah sulselrabar”, tegas Bokim Wijaksana.

Perwakilan dari KOPMA KIWAL GARUDA HITAM diterima oleh H.Muh Akbar Manajer Perencanaan SDM PT PLN dengan hasil pembahasan yaitu untuk kenaikan tagihan listrik bukan karena adanya kenaikan tarif listrik melainkan adanya intensitas penggunaan listrik di kalangan rumah tangga yang meningkat akibat mayoritas kegiatan masyarakat kini dilakukan di rumah.

“Selama pandemi covid-19 PLN telah melakukan perubahan mekanisme dalam penghitungan tagihan listrik kepada pelanggan, PLN menerapkan mekanisme penghitungan tagihan listrik berdasarkan rata-rata konsumsi listrik pelanggan selama 3 bulan terakhir yakni Desember Januari dan Februari”, jelas Manajer Perencanaan SDM PT PLN H.Muh Akbar.

Selama 3 bulan rata-rata konsumsi listrik pelanggan sebesar 50 KWH dan pada bulan Maret konsumsi listrik pelanggan melonjak jadi 70 KWH karena adanya kebijakan beraktivitas dari rumah.

“Pihak PLN hanya akan menagih listrik sebanyak 50 KWH kepada pelanggan karena diberlakukan mekanisme penghitungan berdasarkan pemakaian 3 bulan terakhir tetapi masih ada 20 KWH yang belum tertagih dari rekening bulan Maret dan jumlah tersebut akan dialihkan ke rekening bulan April”, pungkas H.Muh Akbar.

M. Hatta / Andiz

Pos terkait