Diduga Protolan Mahasiswa Kesenian Belajar Buat Uang Palsu dari Medsos

GRESIK – pantau24jam.com. Jajaran Satreskrim Polres Gresik berhasil meringkus tersangka Cahyo Widodo (49), warga Dusun Bulusari Selatan RT 09 RW 03 Desa Bulusari, Kec Tarokan, Kabupaten dalam kasus pembuatan uang palsu (upal).

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengatakan, tersangka mulai belajar menekuni pembuatan upal ini sudah cukup lama. Yaitu sejak tahun 2016 silam. Hingga kini total upal yang sudah diproduksi dan diedarkan mencapai Rp 200 juta.

“Belajarnya dari media sosial (medsos), sejak 2019 sudah produksi uang palsu Rp 200 juta,” ujarnya. Selasa, 16/6/2020.

Setelah merasa bisa membuat upal, protolan mahasiswa jurusan kesenian di salah satu kampus ini akhirnya mulai memproduksi.

Uang palsu yang dibuatnya adalah pecahan Rp 100 ribu. Dan uang-uang itu sudah beredar termasuk di Kab Gresik. Namun akhirnya berhasil diungkap dengan mengamankan tiga tersangka lain yang merupakan jaringan Cahyo Widodo.

“Peredaran uang palsu ini tidak hanya beredar di Jawa Timur aja, namun sudah masuk di Jawa Tengah dan Jakarta,” ungkap Kapolres.

Kedua tersangka di antaranya merupakan bapak dan anak asal Desa Bakalan RT 03 RW 01, Kec Balongbendo, Kab Sidoarjo. Yaitu Eko Sukarno (50) dan Arief Aryuanda Suharsono (25) tahun. Sedangkan satu tersangka lagi bernama M. Nazamuddin Arief (48), warga Desa Pucanganom, Kec Kebonsari, Kab Madiun.

Konfrensi Pers pengungkapan peredaran uang palsu beserta tersangkanya turut dihadiri dari pihak Bank Indonesia.

Keempat tersangka kini mendekam di sel tahanan Polres Gresik. Mereka dijerat Pasal 36 ayat 3 jo Pasal 26 ayat 3 atau Pasal 36 ayat 2 jo Pasal 26 ayat 2, atau Pasal 36 ayat 1 jo Pasal 26 ayat 1 Undang-undang RI No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dan Pasal 244 KUHP atau 245 KUHP. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Kj / hms / Andiz

Pos terkait