DO’A MUJARAB NABI AYYUB

Penulis oleh : Salehuddin Mattawang

JENEPONTO – pantau24jam.com. Beliau adalah cucu dari Nabi Ishaq bin Ibrahim as, sebagaimana para Nabi yang lain, beliau juga tidak lepas dari ujian yang diberikan oleh Allah swt kepadanya.

Bahkan ujian nabi Ayyub as. di abadikan dalam al-Qur’an:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (83)

Dan ingatlah Kisah Ayyub, Ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Allah Tuhanku)

Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan engkau adalah tuhan yang maha penyayang diantara semua penyayang” (QS. Al-Anbiya’:83).

Selain cobaan penyakit, juga beliau di uji dengan dengan harta benda dan anak-anak serta secara khusus menimpa kehidupannya selaku suami istri. Seandainya manusia biasa yang diberikan ujian seperti demikian, niscaya akan merobohkan benteng keimanannya.

Namun tidak bagi Nabi Ayub as. bahkan dengan ujian tersebut beliau jadikan sebagai sarana untuk semakin mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, dengan beribadah dua kali lipat dari hari-hari sebelumnya.

Ujian yang diderita oleh Ayub cukup lama, Ibnu Katsir berkata: para mufassir berbeda pendapat tentang seberapa lama beliau di uji oleh Allah dengan beragam ujian. Ada yang mengatakan 7 tahun beberapa bulan, ada yang mengatakan 18 tahun, ada yang mengatakan 20 tahun dan ada pula yang mengatakan 33 tahun tepat, tidak kurang dan tidak lebih. Wallahu a’lam.

(lihat. Qashashul Anbiya’, 427)

Dalam rentang waktu yang cukup lama itu, beliau tetap sabar dan tegar menghadapi berbagai macam penyakit yang menjangkiti tubuhnya. Tidak ada sejengkalpun dari bagian tubuh beliau yang tidak ditimpa penyakit kecuali hati dan lisannya. Beliau tetap sabar sembari mengharap pahala dari Allah yang maha kuasa.

Beliau malu meminta kesembuhan kepada Allah karena 70 tahun usianya ia gunakan untuk menikmati karunia Allah dan baginya belum sebanding dengan ujian yang dideritakan padanya.( Tafsir ath-Thabari, 23/107)

Ketika ulat-ulat yang berasal dari lukanya mulai menyerang qalbu dan lidahnya, yang merupakan alat untuk mengingat dan menyebut kebesaran Allah, beliaupun bersimpuh di hadapan Allah dengan munajat doa yang indah. Karena khawatir ibadahnya terganggu namun bukan dengan alasan meminta kelonggaran. Dengan Allah cukup berfirman:

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (42)

Hantamkanlah kakimu, inilah yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. (QS. Shad: 42).

Nah, Ditengah pandemi Covid 19 ini, senantiasalah kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, seraya berdoa dan berharap semoga dijauhkan dari segala penyakit dan keburukan termasuk wabah virus Corona.

Apakah munajat doa yang dipanjatkan Nabi Ayub as dihadapan Allah SWT sehingga segala penyakit dan ujian yang dideritanya seketika di angkat oleh Allah SWT darinya?
Sungguh doa itu adalah doa yang mujarab. Doa itu adalah:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“(Ya Allah Tuhanku) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan engkau adalah tuhan yang maha penyayang diantara semua penyayang”

Penulis adalah Pembina Pondok Pesantren An Nuriyah Bonto Cini Kec. Maccini Baji

Jeneponto, 6 Juni 2020

Pos terkait