Serikat Pemuda Mahasiswa Nusantara Dan Konfederasi Serikat Nusantara Berunjuk Rasa Unjuk Rasa Terkait Hak Upah

MAKASSAR – pantau24jam.com. Unjuk rasa dari SPMN (Serikat Pemuda Mahasiswa Nusantara) jumlah massa 20 orang dipimpin oleh Korlap Arwin (Konfederasi Serikat Nusantara) dan EROS (Konfederasi Serikat Nusantara). Aksi tersebut terkait pembayaran Hak Upah dan mempekerjakan kembali 16 orang pekerja PT. Prima Abadi Persada Kantor Disnaker Kota Makassar Jl. A.P Pettarani No.72 Kota Makassar. Jum’at, 5/6/2020 pukul 09.00 Wita.

Aksi dilakukan dengan cara orasi menggunakan megaphone, membentangkan spanduk ukuran 1×2 M yang bertuliskan : Pekerjakan Kembali 16 buruh yang dirumahkan, Bayarkan Upah bulan April, Mei dan Tunjungan hari Raya.

Pengunjuk rasa menuntut :

  1. Bayarkan Upah Pekerja selama dirumahkan (April-Mei 2020)
  2. Hak THR Pekerja belum diberikan
  3. Laksanakan Hak Normatif Pekerja
  4. Pekerjakan kembali seluruh pekerja yang dirumahkan.

Sekira pukul 10.00 wita bertempat di Aula Lantai 3 Kantor Disnaker Kota Makassar berlangsung mediator antara pihak perusahaan Febrian Aristia (Owner) dengan perwakilan buruh sebanyak 7 (tujuh) yang dimediasi Tim mediator Disnaker Kota Makassar yaitu Baso Pallawanaga dan Diana Riyanti.

“Kami meminta dan menuntut pembayaran upah April-Mei 2020 dan THR, serta Pesangon terkait 16 Pekerja dan meminta pembayaran sekitar 70 % dari gaji normal. Pihak perusahaan menawarkan pembayaran 20 % upah bulan April-Mei 2020, THR 20 % dan Pesangon 20 %”, ujar Koordinator SPMN (Serikat Pemuda Mahasiswa Nusantara) Arwin.

Eros dari Konfederasi Serikat Nusantara mengatakan pihak perwakilan pekerja tetap bertahan pembayaran 70 % upah dirumahkan bulan April – Mei 2020 dan THR. Pihak perusahaan kemudian menawarkan pembayaran sekitar 50 % upah bulan April-Mei 2020, THR 50 % dan Pesangon 50 %.

“Pihak perwakilan Pekerja memastikan bahwa hal yang dibahas baru Upah dan THR dan belum membahas Pesangon dan pesangon akan dibahas setelah ada kesepakatan nominal Upah dab THR, Mediator menawarkan pembayaran 60 % untuk mengambil titik tengahnya”, jelas Eros.

Setelah diskusi selama 10 menit pihak perwakilan pekerja menyetujui pembayaran Upah pekerja selama dirumahkan (April-Mei 2020) dan THR sebesar 60 % dari upah normal.

“Kami dari pihak perusahaan meminta agar lanjut membahas pesangon agar pihak perusahaan bisa langsung menyiapkan dan membayarkan pekerja sekaligus dengan Upah dan THRnya. Pihak perwakilan pekerja menolak membahas masalah pesangon sebelum upah dan THR para pekerja dibayarkan.

“Adapun kesepakatan dalam mediasi tersebut yakni pihak Perusahaan akan membayaran Upah pekerja yang dirumahkan (April-Mei) dan THR 16 pekerja sebanyak 60 % dari Gaji Normal, Pembahasan pesangon akan disampaikan pada pertemuan berikutnya mengingat Pihak perwakilan pekerja baru akan membahas masalah tersebut dengan para pekerja dan hasilnya akan disampaikan pada pertemuan berikutnya”, terang Febrian Aristia owner pihak perusahaan.

Pertemuan berikutnya rencana akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 08 Mei 2020 sekitar pukul 13.00 wita.

Andiz

Pos terkait