Menyambut Tatanan Kehidupan Baru Dunia Industri, Ini Kata Bappenas

JAKARTA – pantau24jam.com. Krisis ekonomi akibat Covid-19 memerlukan unprecedented policies, yakni kecepatan pemulihan ekonomi tergantung kepada kombinasi antara kebijakan pemutusan sebaran virus dan kebijakan ekonomi. Tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh bangsa ini di masa pandemi adalah menyiapkan program pemulihan ekonomi yang dapat dijalankan dengan cepat.

Sebagai bentuk kebijakan ekonomi, pemerintah telah meningkatkan stimulus fiskal untuk program kesehatan dan pemulihan ekonomi yang mencakup dukungan untuk rumah tangga, serta industri dan dunia usaha. Khusus untuk korporasi non UMKM dan non BUMN, dukungan yang saat ini disediakan dalam bentuk insentif perpajakan, pelonggaran kredit dari lembaga keuangan dan pelonggaran prosedur ekspor-impor.

Dalam menghadapi tatanan kehidupan baru, Presiden menghimbau industri yang berkontribusi besar pada pemulihan ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal ini untuk mencegah terjadinya PHK secara massif.

“Sektor ini menampung tenaga kerja yang sangat banyak sehingga goncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya,” kata Presiden.

Salah satu subsektor tersebut seperti industri pengolahan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mengasumsikan pemulihan sektor industri pengolahan ini akan terjadi dalam kurun waktu 9 sampai dengan 12 bulan.

“Proses pemulihan tercepat diproyeksikan sudah terjadi pada Triwulan IV tahun 2020 selama 9 bulan, dan diproyeksikan paling lambat terjadi pada periode Triwulan II tahun 2021 selama 12 bulan,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa seusai mengikuti Ratas Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Perubahan Postur APBNP Tahun 2020. Rabu, 3/6/2020.

Memasuki Tatanan Kehidupan Normal Baru pasca Covid-19 rantai produksi pada industri akan mengalami transformasi dan adaptasi ke arah teknologi digital. Para pekerja di industri pengolahan dapat beraktivitas kembali dengan protokol kesehatan yang lebih ketat. Industri akan lebih berbasis pada teknologi digital.

“Pola kerja, ruang produksi, dan manajemen risiko akan mengalami perubahan sesuai dengan tatanan kehidupan normal baru yang sesuai protokol kesehatan,” ungkap Menteri.

Andi Maryam / Andiz / Kement PPN

Pos terkait