SYAWAL DAN KEUTAMAANNYA

Penulis Oleh : Salehuddin Mattawang

JENEPONTO – pantau24jam.com. Marhaban Ya Syawal !! Ditengah pandemi covid-19 ini, kurang lebih sepekan kita telah di tinggalkan oleh bulan suci Ramadhan, berpuasa menahan makan, minum dan meninggalkan hal-hal yang membatalkannya sejak subuh. Kini tibalah kita di bulan Syawal. Bulan kesepuluh tahun Qamariyah yang jatuh setelah Ramadhan.

Dikatakan bahwa Syawal berarti naik atau meningkat. Dengan maksud bahwa setelah kita umat islam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, diharapkan ada peningkatan amal ibadah ataupun prestasi pada bulan-bulan berikutnya.

Ibnul Allan asy Safii mengatakan, “Penamaan bulan Syawal itu diambil dari kalimat Syaalat ai-ibil yang artinya onta itu mengangkat atau menegakkan ekornya. Syawal dimaknai demikian, sebab dahulu orang-orang Arab menggantungkan alat-lat perang mereka, dikarenakan sudah mendekati bulan-bulan haram, yaitu bulan larangan untuk berperang”. (Dalilul Falihin li Syarh Riyadh al-Shalihin).

Pemahaman makna Syawal yang demikian, sudah menjadi tradisi masyarakat Arab jika telah memasuki bulan Syawal, dan memasuki bulan-bulan haram (Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharram) mereka dengan kesadarannya melakukan genjatan senjata, tidak ada lagi permusuhan dan peperangan di antara suku, qabilah dan golongan manapun.

Nah, terlepas dari hal itu, setalah umat Islam merayakan hari raya idul fitri. Maka pada hari berikutnya dibulan syawal umat islam di anjurkan berpuasa enam hari di dalamnya. Dari Ayyub al-Anshori, Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Kemudian dari Tsauban radhiyallahu anhu —budak Rasulullah-, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barangsiapa yang berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa mengerjakan satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat.” (HR. Ibnu Majah no. 1715)

Beberapa keutamaan bulan Syawal diantaranya :

1. Bulan Kembali Fitrah

Karena bulan Syawal adalah bulan kembalinya umat Islam kepada fitrahnya, diampuni semua dosanya, setelah melakukan ibadah Ramadhan sebulan penuh. Ia pula merupakan lambang kemenangan umat Islam hasil dari “peperangan” menentang musuh dalam jiwa yang terbesar, yaitu hawa nafsu kita.

2. Bulan Nikah

Jadi sebenarnya bulan Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah. Sekaligus mendobrak pemikiran dan tradisi jahiliyah yang tidak mau menikah dibulan Syawal dengan alasan takut terjadi malapetaka.

Hal ini di buktikan dengan pernikahan Rasulullah dan Sitti Aisyah. Kata beliau: “Rasulullah SAW menikahi saya pada bulan Syawal, berkumpul (membina rumah tangga) dengan saya pada bulan Syawal, maka siapakah dari isteri beliau yang lebih beruntung daripada saya?” (HR. Muslim, An Nasai). Selain dengan Siti Aisyah, Rasulullah menikahi Ummu Salamah juga pada bulan Syawal.

Namun sekiranya bukan karena covid-19, yang sudah punya pasangan dan niat untuk menikah kelamaan sendiri ada baiknya menentukan waktunya di bulan ini.

3. Bulan Silaturahmi
Silaturahmi bukan lagi hal yang asing di bulan Syawal. Salah satu keistimewaan bulan ini biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti mudik ke kampung dan saling bermaafan dengan keluarga, tetangga dan teman-teman.

Namun, karena pandemi covid-19 ini yang meminta kita untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan secara virtual yaitu melalui media komunikasi tetapi yakinlah esensi dari bulan silaturahmi ini tidak akan bergeser ataupun berkurang sedikitpun.

(Wallahu a’lam)

*Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial Dan Agama Islam

Jeneponto, 28 Mei 2020

Pos terkait