Bikin Badik Dari Mortir, Meledak! Labfor Bersama Polres Takalar Dan Jibom Brimob Polda Sulsel Olah TKP

TAKALAR – pantau24jam.com. Paurhumas Polres Takalar Ipda Sumarwan mengatakan Ledakan yang terjadi di rumah seorang pandai besi berinisial Mangemba Daeng Ngalle (55), tepatnya saat Mangemba Daeng Ngalle sedang mengolah sebuah benda yang diduga Mortir untuk dijadikan pisau dan badik. Selasa, 26/5/2020 sekira pukul 20.00 Wita.

Pesanan pembuatan badik yang ia kerjakan berujung petaka. Besi tua yang ia belah rupanya adalah bahan peledak jenis mortir. Mangemba Daeng Ngalle menggunakan gurinda di Dusun Bassara, Kel Sabintang, Kec. Pattallassang Kab. Takalar.

Pasca ledakan, Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar mengamankan seorang warga bernama Sukardi Daeng Lesse (37), warga Kompleks Pasar Kajase Kelurahan Wernas, Kec. Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan.

Korban bernama Mangemba Daeng Ngalle (55), adalah warga Lingkungan Bassara Kel Sabintang Kec Pattallassang, Kab Takalar.

Satuan Reskrim Polres Takalar bersama Laboratorium Forensik Polda Sulsel dan Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rabu, 27/5/2020.

Kapolres Takalar, AKBP Budi Wahyono mengatakan, Sukardi Daeng Lesse rupanya memiliki dua unit bahan peledak mortir aktif. Satu unit mortir itu diserahkan kepada tukang pandai besi untuk dibuat badik. Satu mortir lainnya disimpan Daeng Lesse.

“L masih menyimpan satu biji amunisi, mortir itu berukuran ukuran 30 cm diperoleh di dalam tanah yang tertimbun,” terang Kapolres Takalar, AKBP Budi Wahyono.

Sukardi Daeng Lesse mengakui bahwa mortir itu sudah ia simpan selama sepuluh tahun. Ia memperoleh mortir itu ketika menggali pondasi rumah bersama koleganya bernama Musliadi Daeng Late tahun 2010 silam.

Paur Humas Polres Takalar Ipda Sumarwan mengungkapkan, Mangemba Daeng Ngalle menerima pesanan pembuatan badik dari Sukardi Daeng Lesse. Jasa yang diterima Mangemba Daeng Ngalle dari pembuatan badik itu sebesar Rp150 ribu.

“Rp150 ribu jasa pembuatannya,” jelas Ipda Sumarwan.

Akibat kejadian tersebut, Mangemba Daeng Ngalle dilarikan ke RSUD H Padjonga Daeng Ngalle Kab Takalar, Selasa (26/5). Ia menderita luka sangat serius.

“Lukanya cukup parah namun kesadaran bagus” ungkap Direktur RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar, dr Asriadi Ali.

Dokter spesialis saraf itu mengungkapkan, korban menderita luka parah pada tangan dan kakinya. Beruntung Daeng Ngalle masih tetap sadar dengan luka yang ia derita.

Karena kondisi korban cukup serius, pihak RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar memutuskan merujuk pasien Daeng Ngalle ke RSU Faisal Kota Makassar. Selasa pukul 23.45 Wita.

Alfian / Hms Po Tklr

Pos terkait