Komisi III: Ust. Habib Bahar Bukan Napi Berbahaya, Dipindah ke Nusakambangan Itu Berlebihan

JAKARTA – pantau24jam.com. Ust. Habib Bahar bin Smith dipindahkan penanahannya ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa tengah. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Muhammad Nasir Djamil menilai pemindahan itu berlebihan.

“Sangat berlebihan, mana mungkin pengikutnya akan membuat onar dan mengancam keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas,” ujar Nasir Djamil. Kamis 21/5/2020.

Habib Bahar dipindah ke Nusakambanga, 19/5 malam. Pemindahan itu setelah Lapas Gunung Sindur tempat pemimpin Majelis Pembela Rasulullah itu ditahan sebelumnya, didemo oleh massa pendukung dan muridnya.

Nasir Djamil ungkap Lapas Nusakambangan identik dengan napi kasus kejahatan besar yang berbahaya seperti terorisme dan narkotika kelas kakap. Sementara Habib Bahar hanya napi kasus berteriak-teriak saat dakwah saja kembali ditahan setelah bebas di asimilasi.

“Pendapat saya tidak tepat dipindahkan ke Nusakambangan, karena Habib Bahar bukan napi berbahaya,” jelas Nasir.

Ia meminta Ditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mengembalikan Habib Bahar ke Lapas Pondok Rajeg, Bogor, tempat dia ditahan saat mendapatkan asimilasi.

“Saya meminta Habib Bahar agar segera dikembalikan lagi ke lapas yang dia mendapatkan asimiliasi. Sebab menjauhkan Habib (Bahar) ke Lapas Nusakambangan adalah pelanggaran terhadap hak-hak napi,” tegasnya.

Sukri / Red

Pos terkait