STAY AT HOME (CORONA) DALAM AL-QURAN ?

Oleh : Salehuddin Mattawang, S.Th.I, M.Ag

JENEPONTO – pantau24jam.com. Pandemi global Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) setidaknya sudah sangat meresahkan masyarakat. Baik dari kalangan tua maupun muda, begitu pula pedagang ataupun kantoran siapa coba yang mau menantang nyawa? Saya saja tidak.

Nah, karena kehadiran covid -19 istilah stay at home belakangan ini muncul menyeruak ditelinga masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang tua yang bahkan berada dipegunungan mengerti istilah ini. Tidak sedikit dari mereka merasa terzalimi disebabkan tanggung jawab yang diembannya sebagai kepala rumah tangga menghidupi anak dan istri.

Namun, banyak juga yang merasa bersyukur memiliki kesempatan lebih lama berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Bahkan sempat beredar melalui media sosial beberapa anak sekolahan mengatakan,

“Alhamdulillah, libur panjang kakak kelas lulus jalur Corona, terima kasih Corona”.

Hal yang lebih mengherankan lagi beredarnya postingan yang berusaha ber-takalluf/memaksakan mengaitkan bahwa ternyata virus corona telah lama di singgung dalam al-Quran.

Lihat Qur’an Surah Al-Ahzab/33:33. Pada penggalan ayat ini terdapat kalimat “wa Qarna fi buyutikunna” yang memberi arti dan hendaklah kamu tetap di rumahmu. Hal inilah yang dijadikan dasar selebrasi meletus-letus dengan caption takbir, tahlil, tahmid, tasbih dan lainnya.

Jika diperhatikan secara sepintas memang bisa jadi kita dianjurkan untuk stay at home / tinggal dirumah. Tapi apakah betul ayat ini turun bercerita tentang peristiwa virus corona yang melanda dunia saat ini?

Ketika ditelaah lebih jauh kata Wa Qarna yang banyak orang mengartikan Corona padahal tidak ada sama sekali kaitannya dengan Virus Corona yang mewabah saat ini.

Huruf wawu di sana adalah wawu athaf, qarna sendiri adalah satu kalimat dalam dua kata. qar mempunyai asal kata qarra—yaqarru, dalam kamus Al-Munawwir memberikan arti menetap, qar dalam fiil amr berarti memberikan petunjuk atau perintah. Dan Na sendiri adalah nun an-Niswah fail yang menunjukkan orang yang diperintahkan, yaitu menggunakan dhomir hunna, perempuan-perempuan banyak.

Sedangkan kata qarana dalam kamus-kamus itu artinya mengikat atau menyatukan. Padahal ayat ini tidak memuat kata qarana yang bermakna menyatu, menyertai dan seterusnya. Tapi Al-Quran menyebut kalimat yang berbunyi wa-qarna atau wa-qirna (dan menetaplah kalian perempuan) fii buyuutikunna (di rumah-rumah kalian). Jadi kalimat wa qarna adalah perintah untuk perempuan- perempuan untuk menetap atau berdiam diri dirumah, bukan yang dimaksud virus corona/covid-19.

M. Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan Islam tidak mengajurkan perempuan keluar rumah kecuali untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat perlu, dimana pekerjaan itu dibutuhkan oleh masyarakat. Al-Qurtubhi dan Al-Maududi berkomentar bahwa boleh perempuan keluar rumah untuk urusan yang darurat atau mendesak.

Dengan kondisi global yang tidak menentu, hal ini berlaku apabila sang suami sudah bekerja tetapi hasil yang didapatkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Jeneponto, 20 Mei 2020

Penulis adalah Pembina Pondok Pesantren An Nuriyah Maccini Baji Kab Jeneponto

Pos terkait