Bupati Karanganyar Jadi Khatib Sholat Idul Fitri, di Alun-Alun

KARANGANYAR – pantau24jam.com. Bupati Karanganyar Juliyatmono mengizinkan masyarakat menggelar sholat Idul Fitri di masjid atau di jalan dan tempat lapangan.

Ia menilai penyebaran Covid-19 sudah terkendali dan cenderung stagnan serta penderita tinggal menunggu kesembuhan.

‘’Malah saya akan jadi khatib di Alun-alun, dan shalat saya pimpin sendiri”, ujar Juliyatmono. Selasa, 19/5/2020

Tapi, ia tetap memberikan syarat pada semua masyarakat, penyelenggaraan shalat Ied harus mematuhi prosedur kesehatan. Pakai masker, membawa sajadah sendiri, berangkat harus cuci tangan, khutbah dipersingkat, shalat jangan panjang-panjang, tidak ada salam-salaman, langsung pulang.

Bupati Juliyatmono kerahkan satpol PP menjaga Alun-alun saat menjelang shalat untuk mengontrol jamaah. Selain itu petugas desa juga harus mengontrol pelaksanaan shalat Ied di desa-desa agar mematuhi. Ini memang cara bersahabat dengan covid.

Sholat Ied menjadi momentum bersama seluruh umat muslim untuk menunjukkan syiarnya. Sehingga orang sangat mendambakan shalat Idul Fitri setelah puasa Ramadhan yang berperang dengan nafsunya sendiri.

Dan itu tidak bisa dicegah, justru jika dicegah malah bahaya jika secara sembunyi-sembunyi nekat menyelenggarakan. Karena itu justru kita beri keleluasaan dengan syarat mengetatkan prosedur kesehatan. Nanti seluruh jamaah harus melewati dites termo gun untuk memastikan kesehatannya.

Bupati tegaskan tidak ada kumpul-kumpul dan saling anjangsana seperti biasa. Halal bil halal cukup dengan SMS atau WA grup saja tak perlu datang, hindari sentuhan fisik.

Ia memastikan tidak ada acara open house di rumah dinas seperti biasa, sehingga tidak ada kepala dinas atau kabag serta karyawan Pemkab yang sowan ke rumah dinas seperti biasa. Dan itu pula yang harus dilakukan masyarakat seperti lumrahnya.

Pengumuman kebolehan menggelar shalat Ied itu sudah di-share lewat video Bupati ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga semua orang sudah tahu.

Joko DH / Andiz

Pos terkait