Rapat Koordinasi Unit Pendidikan dan Peringatan Dini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prov. Sulsel

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Rapat Koordinasi Unit Pendidikan dan Peringatan Dini Gugus Tugas Penaganan Covid-19 Prov. Sulsel. bertempat di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prov. Sulsel di Balai Jend. M. Yusuf, Jalan. Jend. Sudirman Kec. Ujung Pandang Kota Makassar, Jum’at, 3/4/2020 Pukul 10.00 Wita

Rapat dipimpin oleh Kombes Pol. Markilat Haeru Prasetyo Direktur Binmas Polda Sulsel selaku Ketua Satgas Cegah Sebar

Penyampaian Kombes Pol. Markilat Haeru Prasetyo Dir. Binmas Polda Sulsel selaku Satgas Cegah Sebar mengatakan, edukasi kepada masyarakat belum jelas karena masyarakat karena belum mendapat pemahaman yang baik tentang covid-19 seperti di Kabupaten Sidrap 19 orang dari Umrah adalah Pasien PDP dan sudah dirawat dirumah sakit akan tetapi menolak untuk rapid tes. Perilaku salaman masih biasa dilakukan dan ini justru akan menimbulkan penyebaran.

Dr. Udin Komunitas Relawan Emergency Kesehatan Indonesia, beberapa hal yang dilakukan selama penyebaran Covid-19 yakni membuat literatur dengan menghimpun informasi valid dan mengambil langkah untuk disampaikan ke masyarakat. Menerjemahkan bahasa kedokteran yang gampang di cerna oleh masyarakat.

“Strategi komunikasi dalam penanganan Covid-19, situasi saat ini masyarakat panik (banyak konten negatif). Sebaran virus meluas (physical distancing). Stigma Sosial (pemahaman akan penyebaran masih kurang)”, ujar Dr. Udin Komunitas Relawan Emergency Kesehatan Indonesia

Dr Udin memaparkan, Target audiance Usia 40 tahun : menerima info begitu saja, memulai informasi yang didapat dengan mencari sumber, dapat menelaah informasi dengan baik. Usia 20-40 tahun : cenderung apatis tidak mau tahu, vokal terhadap sesuatu, tapi tidak puas, dapat menelaah informasi dengan baik. Usia 20 tahun ke bawah : mencontoh dengan orang disekelilingnya, mencontoh orang lebih tua disekelilingnya das Strategi komunikasi Kampanye online dan offline, Kerjasama unsur-unsur stakeholder.

Tanggapan Dr. Udin (Relawan) intinya, semua konten sudah dibuat dalam bentuk infografis dan sudah jelas target audiencenya. Virus ada dijenazah : Darah, Paru, Cairan Pembuangan (dubur), lama virus bertahan bagi jenazah yang mati minimal 3 hari dan dibungkus plastik. SOP penguburan Kedalaman 1-1.5 Meter dan jauh dari pemukiman 200-500 Meter. Tanah punya filter mekanis dan filtrasi biokimiawi sehingga virus tidak dapat menembus.

Prof. H. M. Galib Perwakilan MUI Prov. Sulsel mengatakan, banyak informasi yang beredar dan salah dipahami. Masjid tempat berkumpul banyak orang dan kita harus mengahindari virus tersebut. Mesjid sementara tidak difungsikan karena rentan menjadi tempat penyebaran virus. Agama mengajarkan jangan memberikan mudarat bagi orang lain.

“Diutamakan kemaslahatan sehingga masjid sementara tidak difungsikan, diharapakan satgas untuk senantiasa memberikan informasi secara resmi masyarakat. Pemerintah senantiasi bersinergi dengan MUI untuk memberikan edukasi ke masyarakat”, jelas Prof. H. M. Galib Perwakilan MUI Prov. Sulsel

Menurut H. Arifuddin Ahmad Ketua FKUB Prov. Sulsel, dari seluruh FKUB sudah mengeluarkan seruan dan himbauan bahwa kita harus taat kepada Pemerintah. Social Distancing menjadi dasar kita, karena dengan melarang orang sholat berjamaah dirumah ibadah kita sudah mendapat pahala untuk kemaslahatan. Membuat jarak sholat tidak sesuai sunnah. Fatwa Teologis keagamaan sudah sangat kuat untuk dijadikan dasar bagi masyarakat.

“Leading sektor yang sudah jalan oleh Pemerintah perlu diperkuat apa yang sudah disepakati secara formal baik Pemerintah maupun Majelis Ulama. Konten edukasi harus jelas terkait bagaiman sosial distancing dirumah dan kalau sakit biasa apa yang harus dilakukan dirumah. Perlu gerak serentak skala besar dari berbagai unsur Pemerintah. FKUB siap membantu petugas kesehatan bagi jenazah yang akan dikebumikan”, terangnya.

Tanggapan Dr. Ir. Abri, MP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, memaparkan bahwa meskipun data terus-menerus meningkat kita tidak bisa salahkan masyarakat. Pemerintah harus kompak legislatif, eksekutif dan yudikatif. Karena kalau tidak kompak informasi tidak tersaring. Sekarang ini banyak didaerah mau lockdown sendiri. Persoalan kita sekarang ini masyarakat tidak dirumah, APD dokter tidak memadai, dan Pemerintah tidak tegas.

“Semua kajian (LDII) dan kegiatan sosial serta ibadah sudah dihentikan. Physical distancing harus betul-betul didengarkan oleh masyarakat. Adalah 5 golongan yang mati syahid salah satunya adalah orang yang terkena wabah”, tanggapannya.

Pernyataan Kombes Pol. Markilat Haeru Prasetyo (Dir. Binmas Polda Sulsel selaku Satgas Cegah Sebar) intinya, Kondisi masyarakat banyak dan tidak bisa dikontrol. Ditekankan edukasi kepada masyarakat untuk sadar akan himbauan Pemerintah. Kendala Pemerintah yaitu penguburan bagi jenazah dengan adanya penolakan oleh masyarakat. Menyikapi masalah ini mari kita saling sinergi untuk memberikan informasi khusus pencegahan dan saling membantu. Jangan dijadikan beban akan tetapi sebagai bentuk ibadah. Untuk penguburan ada tanah yg disiapkan oleh Pemprov Sulsel.

Direktur TVRI menanggapi, TVRI memiliki peran publik ke masyarakat. Kita harus menyampaikan konten tepat dan strategis penyampaiannya. Bagaimana media mainstream dan media online sinergi dalam penyampaian informasi. Harus betul-betul menelaah semua konten dari Media Nasional. TVRI senantiasa menangkal berita HOAX. Pesan singkat lebih efektif disampaikan secara terus-menerus.

  • Penyampaian informasi lebih efektif dangan bahasa daerah (Bahasa Makassar, dll).

Pihak Dinas Pendidikan Prov. Sulsel Sudah mulai mengembangkan infomasi sesuai target audiance. Pemprov ada jalur komunikasi khusus ke sekolah untuk penyampaian informasi.

Dinas Kesehatan Prov. Sulsel, harus memilah informasi untuk penyampaian konten yang akan disampaikan ke masyarakat. Perlu diperhatikan untuk penguburan bagi jenazah yang akan dikebumikan.

Kanwil Kementrian Agama Prov. Sulsel,
optimalisasi penanganan bagi kita semua yang hadir pada pertemuan ini. Penyampaian informasi harus terstruktur. Kementerian Agama akan membuat SOP pernikahan bagi masyarakat ditengah wabah COVID-19. Pendaftaran nikah masih bisa secara online. Situasi dan kondisi masyarakat sekarang ini relatif tenang terkecuali persoalan ibadah di masjid dan pekuburan jenazah COVID-19.

“Pentingnya pemberian edukasi ke masyarakat melalui media terkait persoalan penguburan bagi jenazah COVID-19, Optimalisasi Pemprov dan Pemerintah Kab/Kota terkait koordinasi karena semua informasi dan SOP ini ditindaklanjuti di kab/kota. Apa yang harus dilakukan ketika dirumah, ketika keluar rumah dan berkumpul 2-3 orang masyarakat harus mengetahui”, Kanwil Kementrian Agama Prov. Sulsel

Rapat dihadiri oleh Kolonel Ckm. Soni Endra W. Kakesdam XIV/Hasanuddin, Letkol Kav. Agus Waluyo Waaster Kasdam XIV/Hasanuddin, H. Arifuddin Ahmad Ketua FKUB Prov. Sulsel, Prof. H. M. Galib
Perwakilan MUI Prov. Sulsel, Dr. Ir. Abri, MP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Pihak Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Pihak Dinas Kesehatan Prov. Sulsel, Pihak Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel, Pihak TVRI, Dr. Udin (Relawan) dan anggota relawan.

Andiz / Karaeng Pasang

Related posts