Kisah Ojek Online: Debt Collector Tetap Menagih Meski Sudah Memperlihatkan Video Jokowi

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Murniati, pengemudi ojek online, mengaku didatangi debt collector untuk ditagih cicilan kendaraannya.

Dengan percaya diri Murniati menunjukkan video Presiden Joko Widodo yang menyatakan penangguhan cicilan selama setahun untuk pengemudi ojek online.

Namun hal itu tidak lantas membuat pihak leasing mengurungkan niatnya untuk menagih cicilan.

Murniati mengisahkan, debt collector itu datang ke parkiran di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu 27/3/2020 jam 09.35 Wita

Murniati menjelaskan kepada debt collector bahwa ia belum memiliki uang untuk membayar cicilan. Ini adalah cicilan motornya yang ke-19.

Biasanya, ia selalu tepat waktu dalam membayar cicilan motor. Baru kali ini ia terlambat membayar karena kesulitan ekonomi

“Sabtu pagi saya ditagih, dept kolektor datang menghampiri saya di parkiran pagar luar monas, mungkin dia ikuti aplikasi saya dan sayapun ditagih, cicilan telat sehari saja nagihnya minta ampun pakai mengancam segala motor ditarik”, ujar Murniati menceritakan kisahnya.

Meski begitu, pihak leasing tak mau menerima alasan Murniati dan pihak Leasing tetap meminta ia membayar angsurannya.

Padahal, Murniati sudah mengetahui bahwa Presiden Joko Widodo menjanjikan penangguhan cicilan selama setahun bagi ojek online.

Ia mengetahui hal itu dari rekan-rekannya sesama ojek online. Bahkan ia menunjukkan video pernyataan Jokowi itu yang tersimpan di telepon selulernya.

Debt collector tersebut menegaskan bahwa belum ada surat keputusan apapun yang diterima pihak Leasing soal pernyataan Jokowi itu.

“Selama SK belum turun konsumen tetap harus bayar tetap waktu,” kata Murniati menirukan pernyataan debt collector itu.

Debt collector itu pun hanya memberi waktu Murniati sehari. Ia berjanji akan datang lagi. Jika belum ada pembayaran, maka ia mengancam motor Murniati akan ditarik.

“Pokoknya harus bayar, masalah video itu kita orang leasing belum bisa terima karena SK-nya belum kita terima”, terang Murniati kembali menirukan ancaman sang debt collector.

Murniati menyampaikan ke debt collector bahwa ekonominya saat ini sedang sulit karena terdampak kebijakan physical distancing akibat virus corona.

Ia tidak yakin bisa membayar cicilan meski sang debt collector itu datang lagi keesokan harinya.

Debt collector itu memberi waktu Murniati dan berjanji akan datang lagi pada Ahad 29/3/2020.

“Saya kasih waktu ibu sampai hari Ahad. Saya ke sini lagi siang, uang harus udah ada. Kalau tidak kita tarik,” demikian pernyataan sang debt collector yang ditirukan Murniati.

Murniati berharap Presiden Joko Widodo benar-benar bisa memastikan kebijakannya untuk menangguhkan cicilan kendaraan setahun bagi pengemudi ojek online benar-benar terealisasi.

Penangguhan cicilan kendaraan selama setahun bagi ojek, supir taksi dan nelayan diumumkan Presiden Jokowi pada Selasa (24/3/2020) lalu.

“Bank dan industri keuangan non bank dilarang kejar-kejar angsuran apalagi menggunakan debt collector, itu dilarang,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Jokowi memastikan aparat kepolisian tidak segan-segan menindak industri keuangan yang melanggar ketentuan tersebut. “Saya minta kepolisan mencatat,” kata dia.

Foto Illustrasi

Sukri/Tawang

Related posts