Bupati Instruksikan ‘Lockdown’, Status Siaga Pelayanan Kantor Tidak Dibuka Lebar Kecuali RSU Latopas Tetap Buka

  • Whatsapp

JENEPONTO – pantau24jam.com. Penyakit ini (Covid-19) tidak memilih, karena itu kita sebagai aparat negara bertugas untuk memutuskan mata rantai virus Corona khususnya di Jeneponto.

Hal tersebut ungkapkan Bupati Jeneponto Drs.H.Iksan Iskandar, M.Si berkenaan dengan bertambahnya pasien Orang Dalam Pengawasan (ODP) berjumlah 6 orang di RSU Lanto Daeng Pasewang.

“Tidak menutup orang keluar masuk Jeneponto namun dipastikan bahwa telah melalui proses pemeriksaan kesehatan baik itu telah di semprot disinfektan dan menggunakan masker, masuk batas Jeneponto, perkantoran dan fasilitas umum lainnya dan utamakan banyak dirumah saja”, ujarnya dalam Coffee Morning di Baruga Kalabbirang Rujab Bupati Jeneponto Senin 23/3/2020 10.05 Wita

Kantor pemerintah tetap buka, namun tiap ruang kerja di Seksi pelayanan ada staf yang ditugaskan minimal 2 orang dalam 1 ruangan, namun pintu kantor pemerintahan tidak terbuka lebar. Absensi elektrik tetap berjalan seperti sedia kala.

Kepada seluruh Camat, segera panggil semua Kades dan Lurah, semua patuh dengan aturan, instruksi Kapolri dan Fawa MUI harus dilaksanakan. Telepon genggam seluruh Forkopinda dan Camat jangan dimatikan, miliki rasa kepedulian terhadap pimpinan dan patuhi instruksi.

Instruksi ini lakukan dengan cara bijaksana, bubarkan acara-acara dikecamatan yang sifatnya keramaian, kertas, plastik, gelas ada indikasi dapat tertular bila bergantian disentuh.

Ketua Gugus Tugas Cofid-19 Dr.dr.H.Syafruddin Nurdin, M.Kes yang juga Sekretaris Daerah sebagai penanggung jawab menegaskan bahwa status Jeneponto sebagai status siaga. Karena itu mari kita bersama-sama menjalankan instruksi ini, maklumat Kapolri dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Coffee morning di hadiri oleh Wakil Bupati Jeneponto H.Paris Yasir SE, Sekretaris Daerah Jeneponto Dr.dr.H.Syafruddin Nurdin M.Kes dan seluruh Forkopimda dan 11 Kepala Wilayah Kecamatan.

Kr Pasang

Related posts