Barisan Mahasiswa Anti Korupsi ‘BASMI’ Unjuk Rasa Di Kejaksaan Tinggi Sulsel

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Berlangsung aksi unjuk rasa dari Barisan Mahasiswa Anti Korupsi (BASMI) yang dipimpin oleh Adhi Kansas sebagai Jenderal Lapangan bertempat di depan Kantor Kejaksaan tinggi Sulsel Jl. Uripsumoharjo kec. Panakkukang Makassar, Selasa 17/3/2020

Bentuk aksi yang dilakukan melakukan orasi secara bergantian dengan menggunakan megaphone, membentangkan spanduk ukuran 3×1 meter, latar hitam tulisan merah, bertuliskan mendesak Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi fee 30% kebocoran PDAM dan korupsi APBD kota Makassar 2014-2019, membawa bendera Merah Putih, membagikan selebaran pernyataan sikap.

“Adapun tuntutan aksi mendesak penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi fee 30 persen pada kegiatan sosialisasi dan penyuluhan SKPD (Satuan kerja perangkat daerah) di Kecamatan se-Kota Makassar pada tahun 2017 yang merugikan Negara sebesar Rp. 70.049.999.000”, terang Adhi Kansas.

Mendesak kepada penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk mendalami dugaan keterlibatan Kepala Daerah Kota Makassar periode 2014-2019 sebagai pihak yang turut menikmati aliran dana tersebut dan sebagai master mind dibalik kebijakan fee 30 persen tersebut.

“Mendesak kepada penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Direktur utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar periode 2015-2019 yang mengakibatkan kebocoran laba PDAM dari tahun 2015-2017 dan merugikan Negara sebesar 51,4 miliar sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) terhadap pengelolaan pendapatan asli daerah tahun 2017 dan 2018”, jelas Adhi Kansas

Selain itu mendesak kepada penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar Tahun 2019 untuk pembangunan trotoar sepanjang jalan Nasional yakni jalan Nusantara,yang diduga merugikan kas daerah hingga Rp. 15 milyar.

Kami meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah Sulsel dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk mengeluarkan sikap terhadap Calon Kepala Daerah diseluruh Wilayah Provinsi Sulsel yang pernah terlibat atau diduga terlibat kasus korupsi.

Sekitar pukul 13.37 Wita massa aksi ditemui oleh pihak kejaksaan tinggi sulsel Idil SH,MH (Kasi Penkum Kejati Sulsel) dengan tanggapan, “Terimakasih atas kedatangan adik-adik mahasiswa untuk poin-poin pernyataan sikap yang disampaikan pada hari ini akan kami terima dan selanjutnya akan diteruskan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti, kemudian apa bila adik-adik mahasiswa masih mempunyai bukti pendukung lainnya agar kordinasikan dengan kami”, kata Idil SH,MH

Sekitar pukul 13.45 Wita giat aksi unjuk rasa rampung dan massa aksi beransur-ansur meninggalkan kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, selama giat berlansung situasi aman terkendali.

Andiz

Pos terkait