Aktivis Pertanyakan Posisi Pemda Jeneponto Terhadap Tenaga Kerja Asing Dan Mewabahnya Kasus Covid 19

  • Whatsapp

JENEPONTO – pantau24jam.com. Terkait dengan Wabah Covid 19 yang pembiakannya cukup massif dan penanganannya cukup sulit, maka pemerintah daerah Jeneponto tidak boleh terkesan duduk diam.

“Jangan sampai nanti setelah ada korban terpapar dan mewabah luas baru keteteran mengambil sikap, barat kiper yang ketibang memar muka dan kesal malu setelah kebobolan gawang”, ujar Syamsul Bahri kepada media ini Selasa 17/3/2020.

Apalagi di daerah Jeneponto ini terdapat kawasan Industri yang didalamnya terdapat banyak mempekerjakan orang asing dan aseng sebagaimana menurut kabar, mayoritas berasal dari bangsa China, sebuah negara yang notabene tempat ditemukannya titik pusat pembiakan awal Covid 19 dan berdampak mewabah secara global.

Oleh sebab itu pemerintah daerah sangat dipandang perlu untuk secara sungguh-sungguh menangani pencegahan dengan melakukan upaya pemeriksaan kesehatan secara ketat dan berkala untuk deteksi dini N-CoV 2019 terhadap TKA.

“Seluruh karyawan yang bekerja pada coorporation yang berada di wilayah kawasan Industri Punagaya Bangkala Kab.Jeneponto. Dan kemudian hasil pemeriksaan tersebut harus diumumkan secara luas dan terbuka kepada publik”, tegasnya

Jika perlu, Pemda Jeneponto segera menerbitkan kebijakan deportasi/pengawasan orang asing dan segera membentuk satuan tugas khusus pendeteksi virus mematikan yang sudah menjadi ancaman bagi keselamatan hidup dan kelangsungan populasi manusia.

“Demi kemaslahatan rakyat dan atas nama keselamatan populasi manusia dimuka bumi, pembentukan gugus satuan tersebut dipandang cukup penting, bersifat mendesak dan sangat diperlukan sebagai bentuk kerja nyata mitigasi pandemi virus mematikan Covid 19 yang lebih akrab dengan sapaan corona”, terang aktivis Syamsul Bahri.

Di Jeneponto terdapat perusahaan besar yang mempekerjakan tenaga kerja asing, diantaranya Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mallasoro Kec Bangkala, Perusahaan Listrik Tenaga Bayu (PLTB)/tenaga angin Kec Binamu, Kec Turatea dan Kec Batang. Serta dugaan pembukaan lahan kawasan pengelolaan industri udang dan garam di Kec Arungkeke.

Kr Pasang

Related posts