Kasus Penganiayaan Siswi SD Desa Bone Hampir Sebulan, Polsek Bajeng Diharap Ungkap Motif dan Tangkap Pelaku

  • Whatsapp

GOWA – pantau24jam.com. Anak merupakan tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan memiliki ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan bangsa dan negara di masa depan.

Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU 35/2014”) yang menyatakan setiap anak selama pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan anak, termasuk didalamnya kekejaman, kekerasan dan penganiayaan.

Salah satu korban tindak kekerasan atau penganiayaan bernama Nursinta siswi Kelas 6 Sekolah Dasar Inpres Bone Desa Bone, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, kasus terjadi pada Selasa 25 Februari 2020.

Korban Nursinta berusia 12 tahun didatangi oleh dua orang dewasa berinisial (MS) dan (H), keduanya langsung memasuki ruangan kelas korban di SD Inpres Bone 25/2 sekira pukul 11.00 wita

Berdasarkan pengakuan korban, bahwa sebelum pelaku melakukan pemukulan, (MS) menyampaikan sesuatu kepada korban, begitu juga dengan (H), setelah itu tiba-tiba (MS) menampar wajah korban Nursinta sebanyak dua kali sehingga mengakibatkan luka memar bagian pelipis mata bawah.

“Benar, dia (MS), awalnya bicara kepada saya,” tidak boleh kalau tiga lawan satu, kata korban meniru ucapan pelaku. Selesai bicara begitu, dia (MS) langsung menampar muka saya dari arah depan sebanyak dua kali, sampai mata pelipis bagian bawah wajah saya bengkak”, ucapnya kepada media ini, Jumat 13/03/2020.

“Kamu sekeluarga tidak usah lagi lewat-lewat di halaman rumah saya,” ucap Nursinta, sembari menirukan ucapan (H) mengancam korban.

Baharuddin Dg. Situru selaku orang tua korban, merasa geram atas kejadian yang menimpa anaknya.

“Anak saya pulang kerumah sambil menangis lalu saya bertanya, kenapa menangis, mengapa dengan muka kamu, siapa yang pukuli, kemudian dia jawab, saya ditampar (MS)”, ujar Baharuddin sembari menirukan ucapan anaknya.

Baharuddin lalu membawa anaknya ke Puskesmas Limbung Kecamatan Bajeng agar segera mendapatkan pemeriksaan medis.

“Saya membawa sinta ke Puskesmas Limbung, karena saya melihat ada pembengkakan di bagian pelipis mata bawahnya”, terang Baharuddin khawatir.

Dan hari itu juga, saya menuju Sektor Polsek Bajeng melaporkan kejadian tersebut, dengan surat tanda penerimaan laporan Nomor : STPL / 12 / 11 / 2020 / Sek Bajeng, pada hari Selasa 25 Februari 2020.

“Benar Pak, saya sudah laporkan kasus ini di Polsek Bajeng, tapi mengapa laporannya baru ditindaklanjuti pada, Jumat 13/03/2020, padahal laporan polisi saya pada, Selasa, 25/02/2020 bulan lalu”, kata Baharuddin

“Dan bukti Visum juga sudah dilakukan di Puskesmas Limbung Gowa,” jelas Baharuddin kepada media pantau24jam.com.

Media ini berusaha konfirmasi ke Kapolsek Bajeng dan Kapolres Gowa namun hingga diberitakan masalah ini telepon genggam kedua pejabat tersebut tidak dapat dihubungi.

Sikki

Related posts