GERAM Unjuk Rasa Menolak RUU Omnibus Law dan Cipta Kerja, di Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Aksi Unjuk rasa dari pihak Gerakan Rakyat Menolak (GERAM) RUU Omnibus Law dan Cipta Kerja (Ciker), di Simpang lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan, Sudiang, Biring Kanaya Kota Makassar, rabu 11/3/2020 sekira 10.30 wita

Aksi Unjuk rasa dari pihak Gerakan Rakyat Menolak (GERAM) berjumlah sekitar 700 orang dipimpin Noval sebagai Koordinator aksi berorasi secara bergantian menggunakan mic/pengeras suara di atas mobil pick up merk Daihatsu nopol DD 8563 KO dan Mobil Tronton nopol DD 8565 CF sebagai media panggung orasi.

Ormas yang ikut Aksi, Bapor (Barisan Pelopor), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Buruh (FSB) Kamiparho, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Juru Parkir Makassar (SJPM).

“Menolak Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja yang tidak melibatkan perwakilan Serikat Buruh Pekerja, keluarkan klaster ketenagakerjaan dari RUU CILAKA (Cipta Lapangan Kerja), menolak rencana penerapan Omnibus Law, Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, karena hal tersebut melahirkan kebijakan yang akan menambah penderitaan masyarakat”, orasi Noval

“Pada klaster ketenagakerjaan, substansi RUU Cipta Kerja benyak menghilangkan hak-hak buruh yang sebelumnya diatur dalam UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan seperti Pesangon, hak cuti dan penerapan sistem kerja kontrak tidak terbatas yang semakin memudahkan adanya PHK dan menolak penghapusan jumlah pesangon, segera membentuk timsus klaster ketenagakerjaan dan membentuk ulang Dewan Pengupahan sesuai dengan prosedur Undang-Undang Ketenagakerjaan”, ujar Noval dari Gerakan Rakyat Menolak (GERAM)

Andiz

Related posts