Efek Gempa Bumi Sukabumi, Sedikitnya 173 Warga Mengungsi

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Efek gempa bumi Sukabumi sedikitnya 173 warga Kampung Cipicung, Desa Kebandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengungsi.

Pascagempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Sukabumi Jawa Barat, pada Selasa 10 Maret 2020 jelang magrib.

BPBD Sukabumi bergerak cepat melakukan upaya penanganan darurat dengan mendirikan tenda untuk menampung 173 warga Kampung Cipicung.

“Data sementara BPBD mencatat 3 orang luka ringan. Mereka telah mendapatkan perawatan di klinik kesehatan terdekat. Tidak ada korban jiwa pascagempa yang dirasakan kuat sekitar 5 detik di Kabupaten Sukabumi ini,” kata Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulis, Rabu 11/3/2020.

Warga mengungsi karena rumahnya rusak akibat gempa. Mereka juga khawatir dengan gempa susulan. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi pada pukul 17.18 WIB tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault).

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Red/sl

Pos terkait