Wow! Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 900.000/Gram, Jual Beli Atau Gadai

  • Whatsapp

JAKARTA – pantau24jam.com. Harga emas ini memang terus mengalami kenaikan sejak awal tahun, apalagi sejak merebaknya virus Corona, yang menyebar ke sejumlah negara.

Beruntunglah orang-orang yang saat ini berinvestasi pada logam mulia alias emas. Di situasi yang penuh ketidakpastian ini, harga emas terus merangkak naik.

Harga emas batangan bahkan terus bergerak naik dalam sepekan terakhir. Hal ini karena faktor global yang mengalami ketidakpastian akibat gonjang-ganjing virus corona yang mewabah ke banyak negara.

Pergerakan harga ini diprediksi terus terjadi, bahkan hingga Rp 900.000 per gram.

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono menjelaskan harga emas berpeluang terus naik dalam waktu dekat.

“Besar sekali harga emas di Pegadaian saja untuk pecahan 1 gram menyentuh level Rp 800 ribu per gram,” ujar Uki saat usai gadai emasnya di pegadaian jakarta, Sabtu 7/3/2020.

Harga ini terjadi karena harga emas spot (xauusd) saat ini sudah menyentuh level US$ 1.691 per toz.

Selain itu, faktor nilai tukar rupiah yang kembali melemah di kisaran Rp 14.200 per dolar AS juga membuat harga emas fisik berpeluang naik hingga menjadi Rp 900 ribu per gram.

Gara-gara Virus Corona

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono menjelaskan salah satu faktor pendorong kenaikan harga emas adalah merebaknya corona (covid-19).

Dampak Corona ini juga turut mengerek penurunan bunga acuan bank sentral AS (AS). Ke depan kemungkinan Fed Fund rate masih akan dipangkas usai penurunan 50 bps beberapa waktu lalu.

Selain itu perlambatan ekonomi dan kemungkinan resesi membuat emas menjadi safe haven bersama dolar AS. Kenaikan harga emas yang tinggi secara signifikan juga perlu diwaspadai dengan aksi profit taking.

Sebelumnya harga emas batangan atau logam mulia milik Antam pada akhir pekan ini tercatat Rp 842.000 per gram, naik Rp 5.000 dibandingkan hari sebelumnya Rp 837.000 per gram.

Harga emas ini memang terus mengalami kenaikan sejak awal tahun, apalagi sejak merebaknya virus corona yang menyebar ke sejumlah negara.

Op

Pos terkait