Aliansi Tolak RUU Cilaka (ATRC) Audiens dengan Pihak PT. Kawasan Industri Makassar KIMA

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Aliansi Tolak RUU Cilaka (ATRC) melaksanakan audienc dengan pihak PT Kawasan industri makassar (Kima) di Kantor Kima Jalan. Kima Raya Kel Daya Kec Biringkanaya kota Makassar, 6/3/2020 sekira 14.38 wita

Sehubungan dengan rencana Aksi mogok dan aksi besar besaran di Sulawesi selatan Noval (Ketua Tim ATRC) menyampaikan, Kami dari aliansi tolak Cilaka pada tanggal 11 dan 23 Maret 2020 adalah hari mogok nasional secara besar besaran seluruh indonesia.

“Pemerintah pada saat ini tidak mendukung para buruh yang ada di indonesia, kami berjuang demi perjuangan bangsa dan rakyat kecil”, ujar Noval.

Ketua Konfidrasi Serikat Pekerja Indonesia Fadli Yusuf mengatakan, Kenapa aliansi ingin turun pada aksi pada tanggal 11 dan 23 Maret 2020, karena menolak RUU omnibus law semua akan di rugikan.

“Kalau mau aksi tanpa ada sebab tidak akan kami turun dalam pasal RUU omnibus law semua upah lembur, pesangon akan di hapus. Apabila RUU omnibus law akan di sahkan maka kita akan merasakan bagaimana pedisnya”, kata Fadli Yusuf

Sedangkan Yustinus ST Perwakilan dari Buruh mengatakan, kami tolak RUU omnibus law sebab banyaknya yang dapat di rugikan dan apabila teman-teman pada saat mogok dan aksi jangan anarkis.

Andi kurniawan pun dengan tegas mengatakan, “Kami tegas menolak keras omnibuslaw, kami akan melaksanakan aksi mogok nasional besar besaran pad tanggal 11 dan 23 Maret 2020, Kami minta kepada KIMA segera menyampaikan pimpinan perusahaan agar di liburkan para buruh.

Ketua serikat Mandiri Bomar, Ari Adi menyatakan, “Kami dari perusahaan Bomar menyampaikan Serikat akan mendukung pelaksanakan aksi yang akan dilaksanakan asalkan semua perusahaan mendukungnya”, terang Ari Adi.

Penyampaian perwakilan dari PT Cas, Sebenarnya saya siap untuk melakukan libur pada saat tanggal 11dan 23 Maret 2020, sebenarnya persoalan ini tidak sulit intinya kita mau atau tidak.

Salim Samsur Ketua Serikat Pekerja Nasional menyayankan sikap pemerintah mengeluarkan aturan yang tidak berpihak dengan pekerja buruh.

“Begitu gampang pemerintah mengeluarkan RUU omnibus law, kami dari perusahan tidak menghendaki hilang pesangon bagi karyawan, saya yakin apa yang dilakukan IRC pekerjaan mulia”, tegas Salim Samsur.

Muh Mahmud Direktur Kima yang intinya mengutarakan, sebenarnya bagaimana cara melakukan penolakan RUU omnibus law ini dengan bijak dan baik, kalau pihak serikat ingin meliburkan semua perusahaan tidak bisa karena ada perusahaan yang tidak bisa di stop beroperasinya.

“Kita cari solusi gimana enjingnya itu kalau berhenti akan merusak produksinya, harapan saya kalau bisa perwakilan saja untuk melakukan aksi mogok pada tanggal 11 dan 23 Maret 2020”, tuturnya

“Saya himbau kepada serikat agar dapat mengerti terkait persoalan ini agar investor tidak keluar dari kima, peran kima akan kami sampaikan kepada perusahan bagaimana solusinya dalam menghadapi aksi pada tanggal 11 dan 23 Maret 2020, tanggung jawab kima akan menyampaikan perusahaan agar semua perusahan di liburkan”, harap Muh Mahmud.

Sambutan Kompol Wayan Polsek Biringkanaya mengatakan siap mengamankan kapanpun dan dimana pun dalam aksi tanggal 11 dan 23 Maret 2020. Harapan kami dalam aksi kedepan tidak ada anarkis perintah jelas tangkap kalau ada yang anarkis.

Mayor Kav Salahudin B Danramil 11 Biringkanaya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan di laksanakan dan jumlahnya besar dan agar kegiatan ini tidak menganggu kegiatan ketertiban umum bila perlu aspirasi hingga ke rumah anggota DPR.

Turut hadir dalam kegiatan penolakan RUU Omnibus Law dan RUU Cilaka perwakilan Mahasiswa dari perguruan tinggi di makassar serta perwakilan perusahaan di bawah naungan Kima.

Andiz

Pos terkait