Gema Pembebasan Makassar Unjuk Rasa Soal Kekerasan Terhadap Kaum Muslim Di India, Bendera Araya Berkibar

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Mahasiswa yang tergabung dalam Gema Pembebasan dipimpin Ibrahim Ketua Gema Pembebasan Kota Makassar melakukan aksi unjuk rasa di pertigaan depan PLTU Tello Kota Makassar, Selasa, 3/3/2020 sekira pukul 13.34 Wita

Gema Pembebasan Kota Makassar aksi unjuk rasa dalam rangka menyikapi kasus kekerasan muslim di negara india yang terjadi hingga hari ini.

Para pengunjuk rasa Gema Pembebasan Kota Makassar berorasi secara bergantian dengan menggunakan mega phone dan mengibarkan bendera Araya.

Selain itu menggelar spanduk dan pamflet bertuliskan, “Menolak lupa 3 Maret 1924, 96 tahun dunia tanpa khilafah, Terkutuklah pembunuh muslim India, Derita umat tanpa khilafah, Khilafah Will Rise Again, India lambang kegagalan Demokrasi, Lindungi Minoritas.

“Kami menyatakan sikap, mengutuk dengan keras tindakan terorisme dan intoleransi yang dilakukan sekelompok masyarakat Hindu-India yang terus melakukan pembantaian hanya karena persoalan keyakinan yang berbeda”, ujar Ibrahim

“Menyeru kepada penguasa muslim yang saat ini berkuasa, terkhusus kepada rezim Jokowi untuk segera melakukan pembebasan terhadap saudara kita yang terus tertindas pada negeri-negeri tersebut dengan mengirimkan bala tentaranya, jangan hanya diam saja”, terang Ibrahim

“Campakkan demokrasi yang terbukti tidak bisa memberikan rasa aman dan tentram baik di dalam maupun diluar negeri dan India adalah salah satu contoh kegagalan demokrasi lindungi minoritas”, ungkap demonstran

“Kembalikan indonesia kepada ketaatan kepada syariat islam, solusi untuk kepentingan keadilan dan kesejahteraan masyarakat indonesia dalam wujud khilafah

“96 tahun dalam masa kegelapan karena ketiadaan khilafah, harusnya menjadi pelajaran bagi kita bersama untuk bangkit menyongsong khilafah jika masih peduli dengan negeri kita tercinta”, tegas Ibrahim dari Gema Pembebasan Kota Makassar

Selanjutnya massa pengunjuk rasa dari Gema Pembebasan Kota Makassar
pukul 13.59 wita, longmarch menuju DPRD Provinsi sulawesi selatan dengan menyuarakan hal yang sama.

Andiz

Pos terkait