Terkait Berita Siswa Ngeflay di SD SBI Jeneponto, Kepala Sekolah Luruskan Bukan Siswanya

  • Whatsapp

JENEPONTO – pantau24jam.com. Kepala sekolah SD Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) membantah berkenaan dengan adanya pemberitaan siswa isap rokok dengan memakai fitting lampu. Dengan hak jawab, pada Senin 2/2/2020 sekira pukul 08.20 Wita.

“Tidak benar itu, bukan siswa sekolah dasar SBI 48 Bonto sunggu kota yang berbuat demikian. Namun siswa dari sekolah lain yang datang ke sekolah ini”, ujar Ernawati DL S.Pd Kepala SD 48 bonto sunggu kota kepada awak media.

“Hari itu memang ada rapat para guru di sekolah, rapat RKAS (Rencana kegiatan anak sekolah) sehingga tidak semua siswa belajar namun ada pula yang cepat pulang sekolah”, ujar Ernawati DL S.Pd

Dan informasi kami dapat setelah Satpol PP yang bertugas disekolah membawa beberapa anak sekolah yang di dapatinya saat sementara ngeflay di taman sekolah. Sehingga kami apresiasi satpol PP tersebut bernama Reza karena berhasil bertindak tepat.

Setelah kami tanya anak siswa tersebut ternyata mereka bukan siswa dari SD 48 Bonto sunggu kota, mereka ini siswa SD 114 Agang je’ne dan mereka mengaku dari main bola di stadion kemudian mampir di SD SBI 48. Saat itu pula saya telpon kepala SD 114 Agang je’ne bahwa ada siswanya di sekolah berbuat demikian.

Kepala SD 114 Agang Je’ne Syahriah Sijaya mengatakan bahwa siswanya tersebut mengaku berbuat demikian karena ada yang menyuruhnya bahkan diancam.

“Siswa ini bahkan mengaku diancam oleh orang dewasa dengan bahasa makassar “punna teako ammake anne kaluru kupacabbo’ ko” (kalau kamu tidak pakai ini rokok saya siksa kamu)”, ujar Syahriah meniru laporan siswanya.

Kami sudah hadirkan orang tua siswa pelaku isap rokok fitting lampu agar diberi nasehat dan mohon kearifan orang tua siswa agar turut berpartisipasi menjaga anaknya.

Sementara itu, Reza satpol PP yang bertugas dan menangkap siswa tersebut kepada media ini mengatakan, “Siswa tersebut belum berani mengungkapkan siapa orang dewasa yang menyuruhnya, dan mereka malah mengaku membeli cairan untuk di campur ke kapas kemudian dibakar dan dihisap dari lubang kabel di pitting lampu”, terang Reza Satpol PP yang bertugas di SD SBI 48 sambil memperlihatkan video saat menggerebek siswa yang ngeflay di SD 48 SBI.

Kelima anak tersebut ada kelas 5 bahkan sudah ada kelas enam, dan orang tua siswa telah di panggil ke sekolah untuk diberikan teguran. Kami harap orang tua siswa turut berpartisipasi menjaga anaknya dan bila siswa pulang sekolah tidak kemana-mana lagi keluyuran kecuali ada kegiatan ekstrakurikuler untuk bersama saling menasehati dan menjaganya.

Thamrin

Related posts