Guru Rapat, Siswa Asyiek Ngefly Pakai Fitting Lampu Disudut Sekolah Bertaraf Internasional Jeneponto

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Trend anak muda sekarang tambah aneh-aneh, namun sayang tidak selamanya cara trend anak muda itu selalu positif, ada pula yang mengarah pada hal negatif. Misalnya saja mabuk dengan fittingan lampu yang mendadak viral di dunia maya. Katanya sih biar keren, dan ingin meniru teman-temannya, namun jadinya malah badan bisa rusak serta bui siap menanti.

Beberapa waktu yang lalu pihak penjaga sekolah menemukan beberapa anak di sekolah Jeneponto Provinsi Sulawesi selatan yang kedapatan mabuk menggunakan cara baru yaitu dengan media fitting lampu, di SD Sekolah Bertaraf Internasional SBI No.48 Kota Bonto Sunggu Kab Jeneponto, Kamis 6/2/2020 sekira 12.05 Wita

“Awalnya saya curiga ada kepulan asap warna putih di belakang sekolah, setelah saya intip ternyata beberapa orang siswa lagi isap asap seperti sedang isap kapas langsung saya grebek saja”, ujar R security kepada media ini.

Alhasil mereka pun mesti diamankan oleh pihak keamanan sekolah untuk dilakukan interogasi. Akhirnya diungkaplah cara mabuk baru yang digunakan bocah-bocah ini yang dianggapnya seru. Beberapa penjemput siswa sekolah sempat foto, merekam dan memvideokan masalah ini.

Psalnya mereka hanya menggunakan alat sederhana, korek api, fitting lampu dan sebuah minyak angin sebagai bahannya. Meskipun begitu sederhana, siapa sangka bahan-bahan ini benar-benar membuat teler, pihak sekolah masih menelusuri lagi masalah ini, pasalnya kemungkinan ada oknum yang sengaja mengajari anak-anak ini mabuk dengan cara itu.

Lalu lempengan bagian bawah dibakar dan dihirup asapnya. Alhasil mereka mengaku mendapatkan efek seperti menghirup asap seperti rokok elektrik, namun sayang hal itu bisa juga jadi bahaya buat mereka. Pasalnya kadang bahan-bahan yang ada dicampur dengan sesuatu, sehingga tidak hanya bikin mabuk namun juga meregang nyawa.

Kasus pertama mabuk dengan fitting lampu sudah ada buktinya pada bulan maret 2019, tepatnya di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kurang lebih ada dua puluh dua siswa yang kedapatan melakukan cara serupa untuk teler di sekolah. Alhasil polisi pun harus menyita barang-barang yang digunakan untuk mabuk.

Lantaran usia yang tidak mencukupi, alhasil bisa banyak penyakit yang siap menjangkiti. Mulai dari gangguan pada pernafasan hingga penyakit kronis lainnya. Apalagi mengingat banyak dari bocah-bocah itu yang memakai bahan campuran seperti minyak kayu putih dan lain-lain dalam pemakaiannya. Apalagi alat yang digunakan pun sembarangan, fitting lampu.

Masalah ini telah diketahui kepala Sekolah SD 48 serta kepala sekolah dari sekolah lainnya karena siswa yang ngefly dari beberapa SD, karena sesaat setelah di grebek, security langsung melapor beserta barang bukti berupa stand lampu dan kapas. Malah kepala sekolah serta guru-guru peserta rapat mengapresiasi atas tindakan security R karena telah mengamankan siswa tersebut beserta barang bukti.

Hingga masalah ini diberitakan, wartawan kami belum berhasil konfirmasi kepada Koordinator wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Korwil UPTD Dikbud Kecamatan Binamu serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Jeneponto, ini PR buat kita bersama untuk menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa.

Thamrin

Pos terkait