Kasus Korupsi 4 M Jembatan Bosalia Jeneponto Mandek, GEMA Garda Nusantara Sulsel Unjuk Rasa di Kejati Sulsel

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Gerakan Pelajar Mahasiswa (GEMA) Garda Nusantara Sulsel, melaksanakan aksi unjuk rasa menyikapi mandeknya dugaan korupsi jembatan Bosalia Jeneponto, pada Selasa 25/2/2020 Pukul 14.00 Wita, di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel Jl. Urip Sumiharjo Kota Makassar

Sejumlah 12 orang dari Gerakan Pelajar Mahasiswa (GEMA) Garda Nusantara Sulsel, dipimpin Bimbim sebagai Jenderal Lapangan melaksanakan aksi unjuk rasa menyikapi mandeknya dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Bosalia Kec. Binamu Kab. Jeneponto.

“Kami menyatakan sikap, mendesak Polda dan Kejati Sulsel untuk mengambil alih kasus dugaan korupsi pada pembangunan jembatan Bosalia Kab. Jeneponto, kami anggap bahwa pihak Polres Jeneponto dan Kejaksaan Negeri Jeneponto tidak mampu menyelesaikan ataupun menuntaskan kasus tersebut”, ujar Bimbing saat orasi.

Sekira pukul 14.12 Wita, pengunjuk rasa diterima oleh Idil Kasi Penkum Kejati Sulsel, dan Irwan.S Kasi Ekonomi dan keuangan Intelijen di ruang Staf Kasi Penkum kejaksaan tinggi Sulawesi selatan.

“Kejaksaan tidak akan bisa melakukan penahanan walaupun Polisi mengeluarkan status tersangka jika pelimpahan berkas belum lengkap, kejati Sulsel akan melakukan koordinasi dengan Kajari Jeneponto terkait dugaan kasus Korupsi pembangunan jembatan Bosalia Kec. Binamu Kab. Jeneponto”, kata Idil Kasi Penkum Kejati Sulsel

“Dalam proses Hukum tidak pandang bulu sehingga kami meminta agar menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum, Kejari Jeneponto pasti akan melakukan penahanan jika berkas yang dilimpahkan oleh Polres Jeneponto sudah bisa di P-21 kan”, terang Idil Kasi Penkum Kejati Sulsel.

Kami menduga pihak Kejari Jeneponto membuka ruang konfirmasi kepada pihak yang tersangka, sehingga sampai sekarang belum ada kejelasan hukum yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Jeneponto”, jelas Bimbing

Para demonstran juga membeberkan, pembangunan Jembatan Bosalia di Jeneponto, menghabiskan anggaran Rp 4 Milyar dari APBN Tahun 2016 dalam kasus ini, dan telah merugikan keuangan negara sebesar Rp644 juta yang bergulir sekitar 6 (enam) bulan di Polres Jeneponto dan Kejari Jeneponto.

“Dugaan keterlibatan mantan Kepala Dinas PU sebagai kuasa penggunaan anggaran saat ini anggota DPRD Kabupaten Jeneponto. Kasus ini sudah hampir satu tahun ditangani oleh institusi terkait, tetapi 5 orang tersangka hingga saat ini belum juga ditahan oleh pihak Kepolisian”, beber Bimbing

Gerakan Pelajar dan Mahasiswa Garda Nusantara DPD Sulsel dalam aksinya ini meminta agar Kejati Sulsel untuk segera mengambil alih kasus ini, serta meminta Kejati Sulsel untuk mencopot Kepala Kejari Jeneponto karena dinilai lambat dalam menangani perkara ini.

Usai menyampaikan tuntutan, pengunjuk rasa membubarkan diri meninggalkan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pada pukul 14.30 Wita dengan aman dan berjanji akan kembali unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak.

Andiz

Pos terkait