Rudenim Makassar Deportasi Seorang Imigran Asal Pakistan Melalui Bandara Sultan Hasanuddin

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Seorang pengungsi imigran asal Negara Pakistan bernama Sajid Ali meminta agar dikembalikan kenegaranya atau diserahkan ke negara ke tiga, pada Selasa 25/2/2020

Imigran Sajid Ali, tempat tanggal lahir Parachinar Kurram, 24 Februari 1994, kewarganegaraan Pakistan. Nomor UNHCR : 353-14C00018 dan tempat dikeluarkan oleh Embassy Of Pakistan- In Jakarta, tanggal 07-05-2013 s.d 06-045-2022.

Sajid Ali meninggalkan indonesia dari Kota Makassar secara sukarela (AVR), Imigran warga negara Pakistan ini tidak sendiri namun dikawal bersama 2 orang petugas Rudenim Makassar dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-651 rute UPG-CGK. Selasa 25/2/2020 Pukul 11.25  Wita

Petugas yang mengawal pemulangan secara sukarela (AVR) Imigran warga negara Pakistan petugas Rudenim ini bernama Muhammad Facrizal Faizal Kerepesina Kepala Seksi Keamanan dan ketertiban Rudenim Makassar dan Syamsu Rijal Jamal Staff urusan keuangan Rudenim Makassar.

Pesawat Garuda Indonesia Nopen GA 651 Take Off dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pukul 17.11 Wita menuju Bandara Int Soekarno Hatta Jakarta, dilanjutkan Qatar Airlines QR 957 rute Soekarno Hatta – Islamabad Tangga 26 Februari 2020 pukul 02.40 Wib.

“Keberangkatan 1 (satu) orang Refugee/imigran asal Negara Afganistan tersebut  dalam rangka pemulangan ke Negaranya atas permintaan sendiri dan indonesia terus melakukan koordinasi dan mendorong pihak UNHCR untuk melaksanakan koordinasi ke Negara ketiga yang bersedia menerima para Refugee (Pengungsi WNA) sebagai Negara tujuan”, ujar MB petugas pendamping dan penerjemah imigran di Makassar yang enggan disebut namanya

Saat ini kuota penerimaan bagi Refugee (Pengungsi WNA) di Negara ketiga sudah dibatasi oleh Negara tujuan sebagai penerima, sehingga pihak IOM  menyelenggarakan/menawarkan dan mensosialisasikan Program Assisted Voluntary Return and Reintegration (AVRR) kepada para Refugee (Pengungsi WNA) sebagai salah satu solusinya (AVRR adalah Pulang ke Negara asalnya secara sukarela).

Rudenim singkatan dari Rumah Detensi Imigrasi adalah unit pelaksana teknis yang menjalankan fungsi keimigrasian sebagai tempat penampungan sementara bagi orang asing yang melanggar Undang-Undang Imigrasi.

Andiz

Pos terkait