Lembaga Media Online SEKAT-RI Minta Kapolda Sulsel Bebaskan Asrul Wartawan Berita.News

  • Whatsapp

MAKASSAR – pantau24jam.com. Serikat Wartawan Media Online Republik Indonesia (SEKAT-RI) meminta kepada Kapolda Sulsel untuk membebaskan dan menangguhkan wartawan media online berita.news, Muhammad Asrul.

Pasalnya, kasus yang menimpa wartawan berita.news, Muhammad Asrul, sangat disayangkan atas penahanannya hanya karena laporan pemberitaan yang ditulisnya dianggap suatu informasi atau berita bohong.

Muhammad Asrul ditetapkan tersangka, berdasarkan surat perintah penyidikan dan penahanan Polda Sulsel per 29 Januari 2020. Asrul dijerat dengan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Diketahui, Asrul dilaporkan oleh Farid Kasim Judas atas pemberitaan di berita.news terkait sejumlah kasus dugaan korupsi dan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, yang dimuat oleh media online itu pada Mei lalu.

“Kami berharap agar perkara Muhammad Asrul segera ditangguhkan oleh Polda Sulsel dan meminta Kapolda untuk membebaskan Asrul. Kami juga mendesak kepada Polda Sulsel untuk membawa perkara ini ke Dewan Pers”, ujar Ketua Umum DPP SEKAT-RI, Muhammad Iqbal Salim, melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Kamis 6/2/2020.

Iqbal berujar, Wartawan tak bisa dijerat oleh Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Asal berita yang dihasilkan adalah produk jurnalistik. Wartawan dilindungi dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Dalam pasal 8 bahwa dalam melaksanakan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum.

“Jadi wartawan itu dilindungi hukum, Jurnalis tidak bisa dijerat oleh UU ITE, asalkan berita yang dihasilkannya adalah produk jurnalistik. Selain itu, dalam pasal 18 ayat 1 dijelaskan, setiap orang yang menghalang-halangi kegiatan jurnalistik wartawan dijerat hukuman penjara paling lama 2 tahun atau denda Rp 500 juta”, kata Muhammad Iqbal.

Iqbal berharap agar pelapor Farid Kasim Judas yang merupakan putra Wali Kota Palopo, agar mencabut laporannya dan merangkul teman-teman wartawan. Jika berita tersebut dianggap tak benar cukup mengunakan hak jawab tanpa harus melaporkan Muhammad Asrul.

“Kami berharap perkara ini tak perlu diperpanjang, kami meminta Farid Kasim Judas merangkul kembali wartawan media ciber berita.news, Muhammad Asrul”, kata Iqbal

Persoalan ini jika berlanjut, kata Muhammad Iqbal maka akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat dan sangat berentangan dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pedapat di Muka Umum dan Undang-undang Nomor. 40 Tahun 1999 tentang pers

Hatta

Pos terkait