Polda Sulsel Tetapkan Tujuh Orang Tersangka Kasus Korupsi Tiga Paket Proyek Pipa di Kota Palopo

  • Whatsapp

PALOPO – pantau24jam.com. Ketiga paket proyek pipa yang masing-masing proyek perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat, pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di Wilayah Kecamatan Telluwanua dan kegiatan pengawasan pengadaan bangunan pengambilan air bersih pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo tahun anggaran 2016.

Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel akhirnya resmi menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi tiga paket proyek pipa setelah dua tahun lebih ditangani Polda Sulsel di Kota Palopo, Sulsel, Selasa 5/11/2019.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan tujuh orang tersangka dalam kasus korupsi tersebut masing-masing Irwan Arnold, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Fausiah Fitriani juga selaku PPK serta Hamsyari dan Anshar Dachri yang diketahui tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja).

Sementara tersangka lainnya ada Muhammad Syarif selaku Direktur PT Indah Seratama, Asnam Andres selaku Direktur PT Duta Abadi, dan Bambang Setijowidodo selaku Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

“Penetapan tersangka telah melalui proses gelar perkara dan didukung oleh perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasilnya ditemukan kerugian negara sebesar Rp 5.543.391.996,91,” kata Dicky via pesan singkat Rabu (6/11/2019).

Diketahui, tiga paket proyek pipa oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo tersebut, telah menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 sebesar Rp15.049.110.000.

Dari hasil penyidikan, pengerjaan tiga paket proyek tersebut ditemukan terjadi pelanggaran yakni pekerjaannya diduga tak sesuai dengan spesifikasi.

Selama dalam proses penyelidikan hingga kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan, sosok putra Wali Kota Palopo, Farid Kasim Judas sempat dikait-kaitkan dugaan keterlibatannya. Ia diduga berperan mengatur pelaksanaan ketiga paket proyek perpipaan tersebut.

Opus

Pos terkait